Bea Cukai Tindaklanjuti Informasi Gubernur Kaltim
1 menit baca708 kali dibaca

SAMARINDA – Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai kaltim terkejut dengan adanya kabar pengiriman uang menggunakan kargo dari Singapura ke Samarinda. Namun demikian, Bea dan Cukai akan menindaklanjuti informasi yang dihembuskan gubernur Awang Faroek Ishak itu.
Sebelumnya, Awang Faroek menyebut ada uang dari Singapura yang dikirim melalui kargo. Uang itu ditengarai dipakai salah satu paslon untuk memenangkan Pilgub Kaltim.
“Jujur saja kami baru mendengar hal ini adanya pengiriman atau kontainer yang masuk ke Kaltim, khususnya Kota Samarinda isinya uang. Justru kalau memang informasinya benar tentu kami akan mengambil tindakan dari mana asal–usulnya,” kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea dan Cukai Kaltim, Suryono, Rabu (4/7).
Menurut Suryono, uang dari luar negeri tak bisa dikirim menggunakan kargo. Pasalnya, setiap pengiriman pasti akan dilampirkan pajak dan tentunya ada bukti transfer dan kemudian di data pihak Bank Indonesia (BI). “Jangankan dikirim lewat kontainer, dikirim lewat Kantor Pos saja tidak boleh. Pasti akan ditahan karena mekanisme pengiriman uang tidak seperti itu,” ucapnya.
Ia menjelaskan, masuknya barang impor atau ekspor di Kaltim semua melalui mekanisme yang sangat ketat. Khususnya impor bisa dikatakan tidak ada yang langsung sampai ke Samarinda di TPK Palaran. Semuanya transit di Kota Surabaya untuk kemudian diangkut kapal domestik.
“Bisa dibilang tidak ada yang langsung. Apalagi untuk kointaner sejauh ini tidak pernah ada yang langsung datang semua harus transit di Surabaya. Nanti bongkarnya di TPK Palaran,” terangnya.
Kata dia, kalaupun ada kargo yang transit dari Surabaya kemudian ke TPK Palaran, rata–rata untuk kebutuhan pabrik seperti mesin, pupuk dan lainnya. Jika pun ada yang langsung tanpa transit itu bukan kontainer melainkan impor tongkang dan impor tugboat dari Singapura dan Malaysia. “Nah, kalau untuk tongkat atau tugboat itu bisa jalan langsung dari Singapura dan Malaysia ke Samarinda,” pungkasnya. (sn318)










