Dijelaskannya, sebelum dilepasliarkan, lima orangutan tersebut telah menjalani rehabilitasi yang cukup lama di Samboja Lestari. “Jadi ada yang dulu umurnya baru dua tahun dan baru lulus sekarang. Setelah mereka lulus (rehabilitasi) mereka dipindahkan ke tempat pra pelepasliaran selama enam bulan,” paparnya.
Dia mengisahkan, orangutan yang akan dilepaskan itu dulunya merupakan peliharaan masyarakat yang kemudian diserahkan kepada BOSF untuk direhabilitasi.
“Semuanya dulu bekas peliharaan yang dipelihara oleh masyarakat dekat areal sawit, ada yang dari Sangatta,” bebernya.
Untuk sampai ke hutan Kehje Sewen, rombongan BOSF yang membawa orangutan tersebut harus menempuh perjalana selama kurang lebih 20 jam. “Setiap dua jam sekali kami akan berhenti untuk mengecek kondisi ortangutan itu, kalau dipanggil namanya noleh apa tidak?, dikasih minum dan diberi makan kalau mereka mau,” tandasnya.
Acara saremonial pelapasliaran orangutan tersebut berlangsung di Kantor Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Jalan Teuku Umar. Rombongan BOSF tiba di kantor BKSDA sekitar pukul 15.00 WITA.
Sejak 2012, kata Agus, sudah 91 individu orang utan dilepaskan di Kehje sewen yang dilakukan sebanyak 16 kali pelepasan. (dor)