Puncaknya, pada Minggu (17/6) lalu, pengunjung Pulau Kumala tembus 17 ribu orang, di susul Pantai Tanah Merah Samboja sebanyak 49 ribu pengunjung. Sementara Waduk Panji dan Planetarium Jagad Raya hanya dikunjungi ratusan orang.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni mengatakan pengunjung tidak hanya berasal dari Kaltim, namun juga dari luar Kalimantan.
“Kita menemukan ada pengunjung dari luar kaltim bahkan luar pulau, dari Jawa, dari Sulawesi, mereka mungkin mengunjungi keluarga di sini (Tenggarong, Red) sekaligus berkunjung ke Pulau Kumala,” kata Sri kepada Koran Kaltim.
Ia memprediksikan, wisatawan akan terus berdatangan hingga beberapa hari ke depan. Ini mengacu pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan terutama di gerbang masuk menuju pulau kumala yang harus mengakses jembatan repo-repo, pihaknya telah mempartisi jembatan agar tidak terjadi kepadatan, bahkan pengunjung diminta agar tidak berswafoto di jembatan.
“Kita belajar dari pengalaman tahun lalu, juga dilakukan pembagian zona dan bagi petugas kita tidak melarang pengunjung berselfie di jembatan, hanya saja kita minta toleransi pengunjung karena arusnya padat, untuk kemanan pengunjung bersama,” tuturnya.
Banyaknya wisatawan menyebabkan terjadi kepadatan arus lalu lintas di sisi Kota Tenggarong. Oleh karenanya, kendaraan besar, seperti bus dialihkan agar parkir di halaman kantor Bupati Kukar.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Polres, Satpol dengan Dishub untuk membantu kita dalam hal keamanan pengunjung,” terangnya.
“Pola nya hampir sama dengan tahun lalu yakni dimana kendaraan-kendaraan besar kita tempatkan di halaman parkir kantor Bupati. Jadi polanya dengan drop on, drop off gitu, penumpang di antar dulu dekat jembatan Repo-Repo kemudian parkir, begitu pula jika ingin pulang. Jadi bagi yang parkir dipinggir jalan itu alternatif terakhir jika memang sudah tidak memungkinkan,” jelasnya. (rf218/hei)