Bersama sejumlah stafnya, Totok naik ke atas kapal hingga ke anjungan. Dia memeriksa alat keselamatan. “Sudah uji petik, kami pastikan lagi. Kami periksa sampai lift jacket, jumlahnya sudah mencukupi, sesuai dengan jumlah penumpang,” tandasnya.
Dia menuturkan, hari bukan merupakan puncak arus mudik. Dia memperkirakan puncaknya akan terjadi pada Minggu (10/6). Kapal yang akan berangkat sesuai jadwal adalah KM Prince Soya.
Dia mengimbau kepada para penumpang agar tidak nekat naik ke atas kapal jika penumpang sudah melebihi kapasitas.
Sementara itu, Nahkoda KM Panto Krator, Oktavianus Woka memperkirakan ada penurunan jumlah penumpang dibadingkan mudik lebaran tahun lalu. “Di Bontang kan sudah ada kapal, jadi di sini (Samarinda) ada penurunan,” paparnya.
Berbeda dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong yang menyebut mudik tahun ini akan ada kenaikan. Penumpang diperkirakan meningkat 8 persen.
“Tak hanya sarana dan prasarana, untuk SDM juga diperhatikan jelang Idul Fitri. Seluruh pengemudi angkutan umum wajib tes kesehatan dan urin,” ujarnya ditemui usai rapat kesiapan mudik di kantor gubernur Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (6/6).
Tahun lalu penumpang arus mudik maupun arus balik diperkirakan mencapai 700-800 ribu orang se-Kaltim. Dari total itu 59 persen itu berasal dari penumpang angkutan udara. Sedangkan darat, laut, sungai masing-masing hanya sekitar 11-17 persen saja. “Kebanyakan mudik ke Surabaya dan Sulawesi,” tuturnya.
Diprediksi masing-masing moda transportasi akan mengalami peningkatan penumpang hingga 3 persen. Tapi untuk feri, diprediksi akan meningkat hingga 15 persen.
“Arus mudik penumpang diprediksi akan membludak, 9 Juni. Sedangkan untuk arus pulang akan menggeludak pada 20 juni,” katanya.
Dia mengatakan, untuk armada angkutan darat dan laut atau sungai sama seperti tahun sebelumnya yaitu 2.000 unit. (dor/rs)