Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat di Atas Rp1 Juta , Awang : Pemerintah Tidak Bisa Mengintervensi
1 menit baca648 kali dibaca

SAMARINDA – Libur panjang perayaan Idul Fitri, dimanfaatkan sejumlah warga perantau di Kaltim untuk mudik ke kampung halaman masing-masing.
Hanya saja momen untuk bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman sedikit terganggu dengan mahalnya harga tiket pesawat.
Pantauan Koran Kaltim melalui situs penyedia jasa booking tiket pada Rabu (30/5), harga tiket pesawat Citylink tujuan Balikpapan - Surabaya untuk penerbangan 10 Juni dibandrol senilai Rp1,3 juta, begitu juga dengan Balikpapan - Jakarta. Bahkan, sejumlah maskapai bergengsi menjual satu kursi penerbangan pada tanggal tersebut di atas Rp3 juta.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku tidak bisa memberikan intervensi lebih jauh. “Itu di luar kewenangan Gubernur, tanya ke Angkasa Pura, tidak ada itu bukan kewenangan kita,” ujar Awang kepada Koran Kaltim kemarin.
Awang menyebut, bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan mekanisme pasar. “Tidak bisa sembarang mengatur itu yang atur pasar, tentu saja mereka ingin mengambil keuntungan tidak bisa saya mencampuri,” imbuhnya.
Meski bukan moda satu-satunya, namun pesawat menjadi salah satu yang banyak menjadi pilihan moda bagi para pemudik asal Kaltim. Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, sedianya telah membuka rute penerbangan ke sejumlah kota seperti Surabaya, dan Makasar. Tapi faktanya belum banyak masyarakat Kaltim tertarik, karena belum tersedianya maskapai yang menyiapkan pesawat jenis Boieng.
Syaifuddin misalnya, warga Kelurahan Dadi Mulya yang merupakan perantau asal Kediri, Jawa Timur mengaku masih memilih terbang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan (SAMS) Balikpapan. “Masih lewat Balikpapan, soalnya kita sudah pesen tiket jauh-jauh hari. Tapi ya kenanya masih mahal,” ungkapnya. (rs)










