“Ini adalah modal kita, ini adalah anugerah Indonesia yang paling besar,” ujarnya ditemui usai memimpin Ritual Ibadah Waisak bersama 300 umat Budha di Samarinda.
Ia menyampaikan terimakasih kepada Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, yang sudah meberahkan anggotanya untuk melakukan penjagaan dari pagi hari sampai rangkaian Waisak usai.
“Puncak ritual malam ini adalah pemandian Rupang Sang Budha, oleh umat, dan Kepolisian melakukan tugasnya dengan baik, kami umat budha berterimakasih,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto mengatakan setidaknya ada 4 titik, yang menjadi usat penjagaan polisi. “Kan ada beberapa Vihara di seluruh Samarinda, kalau anggota total ada 150 orang yang kami turunkan” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto turut memeriksa pelaksanaan perayaan Hari Raya Waisak, Selasa (29/5) pagi. Aktivitas Vihara di Balikpapan sejak pagi hingga siang terpantau ramai.
Kapolda bersama pejabat utama Polda Kaltim memantau lansung di Vihara Mahavihara Buddha Manggala yang berlokasi di Jalan MT Haryono. Pemeriksaan untuk memastikan umat Budha di Balikpapan melaksanakan ibadah dengan tenang.
“Malam hari, jam 22.09 Wita itu detik-detik Waisak kami juga melakukan pemantauan,” kata Priyo.
Dia memastikan pelaksanaan ibadah hari raya waisak di Kaltim berjalan aman dan lancar, tanpa adanya ancaman teror. “Kami akan laksanakan pengamanan maksimal,” tegasnya.
Tercatat untuk di Balikpapan ada 6 Vihara yang dilakukan pengamanan penuh baik terbuka maupun tertutup hingga peribadatan usai.
“Kami bersama dengan TNI melakukan pengamanan. Sebanyak 300 personel kami kerahkan melakukan penjagaan dan patroli,” timpal Kapolres Balikpapan Wiwin Firta. (rs/yud)