Acara tersebut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Pangdam Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto, dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Acara tersebut dimulai dengan pernyataan sikap para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat, yang dibacakan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kaltim Asmuni Ali, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dilakukan oleh pemuka agama masing-masing.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolda Kaltim mengajak masyarakat untuk waspada dan memerhatikan lingkungan sekitarnya, terutama dari pendatang baru. “Jika kita sudah bersatu padu, kita bisa melihat, mengamati dan mengawasi tempat kita untuk tidak dijadikan tempat persinggahan apalagi jadi tempat bermukim (teroris),” katanya.
Dia menyebut, masyarakat harus turut serta mengawasi wilayah sekitarnya, agar tidak ada tempat bagi para pelaku teror. “Awasi pendatang baru yang ada di daerah kita masing-masing,lapor 24 jam, awasi tingkah lakunya,” paparnya.
“Ketika satu wilayah terganggu keamanannya, kita di wilayah lain harus turut prihatin dan menyatukan langkah agar tidak ada satu jengkal pun tempat di Bumi Etam ini bisa dijadikan tempat persinggahan, apalagi menetap. Jangan,” tegasnya. (dor)