“Ada tiga siswa dilarikan ke RS AM Parikesit yakni Siti Fatimah MS, Diva Aprilia dan Marjidah,” kata Kapolsek Tenggarong Seberang, AKP Supriyadi, kemarin.
Mereka yang tersesat diketahui berasal dari SMA Tunas Kelapa Samarinda, lima orang, sisanya, 10 orang berasal dari SMAN 4 PPU. Mereka adalah peserta LLA yang digelar UNMUL.
Menurutnya, tiga siswa tersebut harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. Saat ditemukan, ketiganya sudah tak mampu lagi berjalan sendiri. Saat dievakuasi harus dipapah dan ditandu keluar lokasi penemuan.
“Alhamdulillah, laporan anggota yang mengantar ke Rumah Sakit AM Parikesit, keempatnya sudah membaik, kondisinya sudah normal. Sebab saat ditemukan kondisinya lemah diduga dehidrasi, kami pun nggak berani memberikan makan,” bebernya.
Diketahui, 15 siswa diketahui tersesat saat mengikuti LLA. Jalur jelajahnya, mereka harus berjalan kaki dari Samarinda menuju Lapangan L2 Tenggarong Seberang sejak Minggu (29/4) sekira pukul 07.30 Wita. Kegiatan sudah digelar sejak, 26-30 April 2018.
Pesertanya, 295 peserta se-Kaltim, putra 30 sangga (kelompok) dan putri 29 sangga. Seluruh peserta dibagi menjadi 59 sangga atau kelompok, setiap kelompok masing-masing berangggotakan lima orang.
Siswa yang tersesat terdiri dari 3 sangga, beranggotakan 15 orang, isinya 10 perempuan dan 5 laki-laki. Mereka dilaporkan tersesat Senin (30/4) 16.00 Wita.
Laporan datangnya dari Pos III yang tak kunjung kedatangan tiga sangga yang sudah meninggalkan Pos II. Aturan dalam LLA kali ini, setiap sangga harus melapor di enam pos yang disiapkan untuk mengumpulkan soal. Seluruh peserta diketahui sudah melapor di Pos II. Tapi, mereka yang tersesat ternyata tak pernah melapor ke Pos III. “Sampai jam 16.00 Wita saya tunggu kok tak ada lewat, saya khawatir mereka tersesat, salah jalur,” Wahyudi, Bidang Acara LLA Gugus Depan UNMUL.
AKP Supriyadi menyayangkan sikap panitia yang tidak memberitahukan perihal kegiatan yang dilaksanakan itu. Polsek Tenggarong Seberang baru mengetahui kegiatan itu karena mendapat surat undangan kegiatan, bukan pemberitahuan izin kegiatan.
“Panitia tidak ada izin dengan kami, itupun kemarin sore kirim pemberitahuan bahwasananya ada kegiatan pengukuhan di L2 Tenggarong Seberang, itupun sifatnya undangan,” jelasnya.
Ia mengatakan, tim penyelamat yang berjumlah 50 orang dikerahkan untuk mencari 15 siswa yang tersesat itu. “Korban baru berhasil dievakuasi keluar TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar pukul 16.45 Wita,” jelas Supriyadi.
Dari 15 siswa yang tersesat itu, 3 diantaranya dilarikan ke rumah sakit AM Parikesit karena kondisinya mengkhawatirkan dan membutuhkan pertolongan medis segera. Sedangkan 12 sisanya dilarikan ke RSUD AWS Samarinda. (ami/dor)