Lagi, Kapal Batu Bara ‘Seruduk’ Fender Jembatan
2 menit baca2.100 kali dibaca

SAMARINDA – Insiden fender dan tiang Jembatan Mahakam ditabrak ponton kembali terjadi, Minggu (29/4) sekitar pukul 13.40 Wita. Saat kejadian, kendaraan yang melintas di atas jembatan padat. Tak ayal, para pengendara dilanda kepanikan. Jembatan tiba-tiba goyang.
Selidik punya selidik, sebuah Kapal Tugboat (TB) yang menarik ponton bermuatan 8.000 matrix ton batu bara menabrak beton tiang jembatan. Akibat jembatan goyang, lalu lintas di atas dan menuju jembatan sempat tersendat beberapa menit. Sejumlah pengendara memilih berhenti dan tidak melintasi jembatan.
Informasi yang dihimpun media ini, Tugboat Bahari Perdana XVIII yang menarik ponton Bahari Perdana 018 melintas di bawah Jembatan Mahakam ketika cuaca kurang baik.
“Kami langsung cek ke lapangan, tiang memang telah ditabrak oleh ponton Bahari Perdana 018,” kata Kapolsekta KP Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim, Ipda Abdillah Dalimunte.
Saat terjadi pengolongan, kata Dalimunte sedang hujan dan angin kencang. Saat itu beberapa kapal ponton bermuatan batu bara sudah mengantre yang juga akan melintas di bawah jembatan.
“Saat melintas di bawah jembatan, karena arus di bawah kuat faktor hujan dan angin, sehinga haluan depan sebelah kiri ponton membentur tiang jembatan, setelah itu bagian belakang ponton bersentuhan dengan fender,” ucap Dalimunte.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan air tersebut. Sementara tugboat dan ponton Bahari Perdana XVIII kini sudah diamankan di kawasan Sungai Kapih, Samarinda. “Diamankan di tempat yang aman, sambil dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengetahui lebih jelas kronologis kejadian. Sementara kita mintai keterangan pihak-pihak yang ada di kapal saat itu,” paparnya.
Sementara itu, Nahkoda TB Bahari Perdana XVIII, Afi Nurcahyo (27) menyebut saat kejadian, di atas kapal ada seorang pandu dari Pelindo 4 dan ponton diiringi kapal assist. “Tadi faktor cuaca dan arus,” kata Afi, ditemui di Polsek KP Samarinda.
“Kami sudah maksimal, kapal assist ada di belakang, kami kendalikan sudah tidak bisa lagi,” timpalnya.
Ia menyebut, ponton lebih dulu menyenggol tiang jembatan sebelum fender.
Pantauan media ini, beton tiang jembatan dan fender sama-sama terdapat bekas gesekan benda keras. Bagian depan ponton Perdana Bahari 018 juga ringsek.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto turun mengecek tiang jembatan dan juga ponton penabrak. “Jembatan Mahakam merupakan urat nadi ekonomi. Menurut penilaian saya yang bukan teknis, (jembatan) masih dapat dilalui masyarakat. Saya hanya memastikan, walaupun sudah dilewati masyarakat secara normal,” ucap Vendra.
“Memang betul diserempet dan di ponton itu terjadi sayatan di lambung sebelah kiri, kami sedang melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada 14 Februari 2018 peristiwa serupa juga terjadi. Fender jembatan ditabrak ponton yang ingin melintasi jembatan. Fender sempat menglami rusak. Belum sempat diperbaiki, kini salah satu fender kembali di tabrak. (dor)










