TEBAR PESONA DI DEBAT PERDANA
2 menit baca1.090 kali dibaca

JAKARTA – Debat publik gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur berlangsung, Rabu (25/4) tadi malam. Statement empat paslon pemimpin Kaltim masih terkesan tebar pesona di debat perdana ini.
Debat terbagi enam segmen. Mulai dari pemaparan visi misi, pernyataan seputar visi misi dan program, tanya jawab calon gubernur, tanya jawab wakil gubernur, menjawab undian pertanyaan, dan ditutup dengan closing statement oleh masing-masing paslon. Debat dipandu Andini Effendi selaku moderator.
Walau berlangsung santai, debat juga diwarnai aksi sindiran, khususnya saat sesi tanya jawab. Masing-masing paslon saling serang.
Yang paling dominan, debat ini membahas isu strategis, seperti banjir, pendidikan, pertambangan, kerusakan lingkungan, anggaran desa, infrastruktur, narkoba, dana bagi hasil, dan pertanian dalam arti luas.
Hadi Mulyadi, cawagub nomor urut 3 ini misalnya. Ia menanyakan persoalan banjir yang terjadi Balikpapan kepada Rizal Effendi, cawagub nomor urut 1 sekaligus wali kota Balikpapan nonaktif.
Di mana, kata Hadi, Balikpapan mestinya bisa terhindar dari banjir karena wilayah itu berada di pesisir.
Rizal menjawab bencana itu disebabkan oleh perubahan cuaca yang sulit diprediksi. Tapi banjir yang terjadi di Balikpapan hanya hitungan jam, tidak seperti daerah lain di Kaltim.
“Jika gubernur menggelontorkan Rp 600 miliar untuk mengatasi banjir di Samarinda, Balikpapan cukup Rp 300 miliar,” jawab Rizal.
Aksi saling sindir juga terlihat saat tanya jawab antar cawagub nomor urut 2, Awang Ferdian Hidayat dengan cawagub nomor urut 4, Safaruddin.
Menurut Ferdian, program Rp10 miliar per desa yang diwacanakan paslon nomor urut 4 mustahil. Sebab, bisa menghabiskan APBD Kaltim.
Saat giliran Safaruddin bertanya. Ia juga menyindir program Rp1 triliun per tahun bagi desa di Kaltim. Menurutnya, dengan program itu, APBD Kaltim hanya cukup untuk dibagi delapan desa di Kaltim.
“Kita alokasikan di APBD Kaltim Rp1 triliun per tahun. Jadi bukan satu desa Rp1 triliun. Kalau begitu negara juga tidak sanggup,” terang Ferdian menjawab pertanyaan Safaruddin.
Yang mengejutkan saat sesi menjawab undian pertanyaan. Di mana cagub nomor urut 3, Isran Noor mengeluarkan statement akan memecat kepala daerah yang terlibat dalam narkoba. “Kalau ada bupati/wali kota terlibat narkoba, pecat. Kalau saya penguasa, saya lakukan seperti Duterte (Presiden Filipina, Red), kutembak dia,” cetus Isran disambut tawa penonton debat. Selama debat berlangsung, Isran memang kerap menjawab sekenanya.
Isran juga menyebut tumpahan minyak di Teluk Balikpapan sebagai musibah yang tak bisa dihindari.
Sementara paslon nomor urut 1, Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi terlihat lebih serius dari paslon lainnya selama debat berlangsung.
Debat tadi malam merupakan debat perdana. Dua debat lain akan berlangsung pada 25 Mei di Jakarta dan 23 Juni di Kaltim. Debat tadi malam ditayangkan secara live oleh Metro TV. (rf218)










