Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Desa Batu Kajang selain rumah terbakar, ada dua orang korban yang mengalami luka selama pemadaman berlangsung.
“Jadi total bangunan yang ludes ada 26 rumah ditambah 2 lagi yang terkena imbas, 2 orang pemilik Pertamini terluka,” kata Kepala Desa Batu Kajang, M Kastalangi.
Akibat dari peristiwa tersebut sebanyak 24 KK yang terdiri dari 79 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Saat ini korban yang mengalamiluka bakar pada bagian bahunya sudah dilarikan ke Klinik Kusuma.
“Pemilik Pertamini yang juga mengalami luka bakar atas nama Basir sedang dalam perawatan di Klinik Kusuma.” ujarnya.
Peristiwa yang mendadak tersebut membuat panik warga. Terlebih salah satu Anggota DPRD Paser, Aspiana yang juga merupakan warga Desa Batu Kajang dibikin kaget atas kemunculan api yang tiba-tiba. “Saya sangat panik, sebab apinya dalam waktu sekejap sudah besar, apalagi yang terbakar itu pangkalan elpiji dan ada Pomp mininya,” ujar Aspiana.
Dalam keadaan panik Aspiana masih sempat menghubungi pihak pemadam dari Tanah Grogot untuk membantu memadamkan api. “Sampai pemadam yang ada di Tanah Grogot saya telpon untuk cepat bergerak membantu di sini memadamkan api,” Imbuh Aspiana.
Sementara itu Kapolsek Batu Kajang, Iptu Hariadi menyampaikan belum bisa mencari keterangan dari saksi karena saat ini saksi masih dalam perawatan. “Nanti kalau sekiranya saksi sudah bisa dimintai keterangan baru kami akan selidiki lagi,” kata Hariadi.
Sampai pada saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui, polisi measih terus menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, menurut keterangan warga sekitar api diduga berasal dari Pomp mini. (dc1217)