Pj Walikota Samarinda Zairin Zain menyebut permasalahan banjir yang terjadi di Samarinda tidak bisa ditanggulangi secara tuntas. Namun, paling tidak banjir bisa diminimalisir.
“Kalau sungai itu tidak bersih, maka akan menghambat aliran. Bisa dilihat rumah hingga jamban di sungai sudah menjorong ke dalam sungai. Padahal itu sudah menyalahi aturan,” jelas Zairin dalam rangkaian HUT PDAM Tirta Kencana ke-44 tahun, Rabu (11/4).
Zairin pun mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PDAM Tirta Kencana tersebut. Ia pun berharap kegiatan semacam ini dibisa ditiru lembaga lain, paling tidak PLN ataupun bank yang ada di Samarinda.” Mereka kan berusaha di daerah kita. Otomatis mereka juga harus membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan sosial seperti ini,” ucapnya.
Bahkan, ke depan Pemkot akan rutin melakukan sosialisasi kebersihan sungai dengan menggerakan OPD yang ada. “Hal semacam inikan bisa membantu. Bisa dibayangkan satu lokasi saja sudah bisa membersihkan hingga berton -ton sampah dan ini bisa mengurangi permasalahan banjir yang sering terjadi,” jelas Zairin.
Tak hanya itu, parit maupun drainase banyak sekali sampahnya. Di sini masyarakat harusnya menyadari dampaknya ke depannya. “Kalau parit itu tidak lancar, kan bisa dibersihkan dari tumpukan sampah atau tanah sehingga aliran airnya pun lancar,” urainya kembali.
Dalam kegiatan tersebut, jumlah sampah yang diangkut mencapai 5 ton yang didominasi sampah rumah tangga.
Lurah Karang Asam Ilir Suwandi menjelaskan kegiatan bersih–bersih sungai ini sangat baik, apabila diterapkan secara terus menerus. Bahkan, pihak kelurahan akan mengimbau warganya, khususnya di sepanjang sungai Karang Asam Besar supaya tidak lagi membuang sampah di sungai. “Ya, jangan membuang sampah di sungai, sumber air minum kan dari situ juga,” tambah Suwandi. (sn318)