Danrem Irham Waroihan menyebut Koramil merupakan komando kewilayahan terdepan yang bertugas melaksanakan pembinaan potensi wilayah dengan segenap aspeknya yang menjadikan wilayah sebagai ruang, alat dan kondisi juang bagi kepentingan pertahanan negara.
“Sebagai komando kewilayahan, Koramil memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Oleh karena itu, selaku aparat kewilayahan, setiap saat harus berada di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
“Bekerja sama memantau setiap perkembangan yang terjadi guna mengantisipasi munculnya potensi kerawanan sosial yang berakibat pada terganggunya rasa aman masyarakat,” tambahnya.
Ia menyebut, hal tersebut akan dapat terwujud, apabila anggota Koramil khususnya Babinsa yang merupakan ujung tombak satuan kewilayahan memiliki kondisi mental dan motivasi juang yang tangguh serta profesionalisme yang dapat diandalkan.
Di hadapan para prajuritnya, jenderal bintang satu itu berpesan agar menyadari tantangan tugas satuan kewilayahan yang sangat kompleks dan menuntut penanganan yang cermat, cerdas, responsif, akomodatif, lintas institusi, transparan dan berpayung hukum.
“Lakukan pembinaan personel secara terus-menerus, agar memiliki tingkat kesiapan dan kemampuan yang tinggi, guna membantu tugas kepolisian dan pemerintah daerah sebagai bagian dari tugas operasi militer selain perang sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 7 UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” urainya.
Selain meresmikan Koramil 0911-08/Nusa, Danrem juga memberikan bingkisan kepada prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung yang diterima oleh Dansatgas Pamtas Yonif 621/Manuntung Letkol Inf Rio Neswan. (dor/*)