Memang tak semua kader hadir pada acara yang digelar di lantai X Hotel Selyca, Samarinda. Ada sekitar 70-an anggota dewan di Kaltim yang hadir. Seluruhnya mendapat tugas memenangkan pasangan ini di daerah pemilihan masing-masing. Kemenangan Pemilu 2014 merupakan modal besar bagi Golkar bersama Nasdem memenangkan AnNur duduk di kursi Gedung Gajah Mada Samarinda. Menghadirkan para anggota dewan ini, tak lain adalah untuk kembali mendulang kemenangan dengan suara yang sudah diperoleh pada pemilu lalu. “Mudahan saja bisa mengembalikan suara, kalau bisa, Insya Allah bisa menang,” kata Kadir.
Tak hanya pilgub, rapat konsolidasi ini sekaligus dimanfaatkan partai beringin untuk memanaskan mesin politik jelang Pemilu 2019. Pilgub kata Kadir sebagai pintu masuk bagi kader Golkar untuk kembali duduk di kursi legislatif. Oleh karenanya, seluruh kader dituntut kerja keras meraih simpati besar. “Bagi kami, semua wajib memenangkan AnNur, tak hanya anggota dewan semua kader wajib juga menangkan di daerahnya,” kata dia.
Soal strategi, Kadir tak mau membeber. Sofyan Hasdam dalam penyampaiannya juga tak menyinggung strtategi. Menurut Kadir, kader Golkar sudah memiliki cara masing-masing dan faktanya sudah terbukti.
Kadir berharap pada pilgub nanti representasi kemenangan Pileg 2014 kembali terjadi kali ini.
Andi Sofyan Hasdam saat menyampaikan orasi politik di hadapan para anggota dewan asal Golkar se-Kaltim lebih menekankan soal visi misi. Kampanye soal politik tampa money politik menjadi isu utama. Sofyan berpendapat money politik adalah penghinaan kepada pemilih. “Bagaimana pemilih mau menuntut, kan suaranya sudah di beli, bagi saya ini penghinaan. Rakyat mutlak sebagai penentu masa depan daerah dengan memilih gubernurnya,” kata Sofyan Hasdam.
Mantan Wali Kota Bontang dua periode ini menyatakan jika tak ada politik uang tentu akan menghasilkan pemimpin berkualitas, yang terpenting jauh dari perilaku korupsi. Bayangkan jika harus menggunakan uang untuk membeli suara maka yang terjadi adalah gubernur terpilih akan mencari cara mengembalikan uang yang sudah di keluarkan. “Kalau sudah demikian siap-siap diangkut KPK,” ungkap dia.
Sofyan Hasdam mengaku sama sekali tak memiliki modal jumbo untuk memenangkan pilgub dengan cara politik uang. Meski demikian, dia mengakui memang ada keperluan belanja politik untuk menjalankan strategi di lapangan.
“Bagi saya uang Rp50 miliar terlalu banyak untuk memenangi pilgub, sudah lah jangan lagi berfikir money politik, itu penghinaan hak politik rakyat, sama sekali tidak mendidik,” kata dia.
Menilik pertarungan politik keempat pasangan calon, semuanya memiliki kans sama. Tak ada yang menonjol. Kerja keras kader dan tim pemenangan menjadi penentu. Golkar menganggap semua pasang calon merupakan mitra tanding yang sejajar. Secara kualitas dan kapasitas masih tak bisa memprediksi. “Kami tetap harus mewaspadai, tak boleh lengah dalam uji tanding nanti,” kata Kadir.
Sebagai makanan penutup, Sofyan Hasdam menyantap asinan di meja yang sama dengan buah. Tak banyak yang ia masukkan ke dalam piring kecil. Sekali dua kali santap, asinan sudah ludes. usai menyantap makanan, fisik Sofyan Hasdam kembali bugar dan dia siap melanjutkan aktifitas lain. “Saya langsung bertolak ke Sangatta menjlankan agenda lain,” pamit Sofyan Hasdam kepada seluruh simpatisan. (tim)