Keamanan Tetap Ketat, Kaltim Tak Masuk Peta Rawan Pilkada
2 menit baca1.165 kali dibaca

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak masuk dalam skala daerah kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh Mabes Polri. Namun begitu, pengamanan akan tetap dilakukan secara ketat.
Di Bumi Etam, sedikitnya ada tiga pelaksanan pesta demokrasi pada tahun ini, yakni Pemilihan Gubernur Kaltim, Pemilihan Bupati Penajam Paser Utara, dan Pemilihan Wali Kota Tarakan.
Kapolda Kaltim, Brigjen Pol Drs Priyo Widyanto menegaskan, bahwa pengamanan diperketat di seluruh wilayah Kaltim, termasuk Kalimantan Utara yang menjadi wilayah hukum Polda Kaltim.
“Dalam skala prioritas, Kaltim tidak masuk dalam skala daerah kerawanan tinggi . Rawan atau tidak rawan itu harus diciptakan. Jangan karena Kaltim tidak masuk daerah rawan kita bersantai-santai. Tentu tidak karena setiap orang yang mengganggu kerawanan pasti mencari situasi yang kita tidak siap. Aparat tidak siap masyarakatnya gampang dipengaruhi. Nah, itu yang dicari oleh pihak lain,”ungkap Priyo.
Mantan Kapolda Jambi ini memberi atensi kepada seluruh jajaran satuan wilayah untuk meningkatkan pengamanan dan melakukan deteksi dini terkait mulai memanasnya situasi politik.
“Prioritas semua wilayah akan kita amankan. Kalau berbicara prioritas kita bisa lengah di tempat lain. Semua kita anggap jadikan prioritas agar proses Pilkada lancar dan aman. Sudah ada 2/3 kekuatan untuk melakukan pengamanan di-backup oleh unsur TNI,”sebutnya.
Jenderal bintang satu ini juga membeberkan situasi yang perlu diwaspadai, yakni adanya kelompok yang tidak mengakui kekalahan paslon tertentu.
“Yang diwaspadai bahwa dalam pesta demokrasi kan memilih pemimpin, memilih pemimpin itu kemudian jangan dijadikan situasi yang bisa memecah belah persatuan. Kita boleh berbeda pendapat ketika masuk ke bilik suara, keluar dari bilik suara sudah menjadi masyarakat umum lagi yang menjunjung tinggi kepentingan umum,” harapnya.
Terkait adanya kontestan Pilgub Kaltim dari unsur kepolisian, Priyo meminta kepada masyarakat agar tidak meragukan netralitas Polri dalam situasi politik.
“Netralitas polisi mengamankan pilkada bukan sekarang saja. Netralitas bukan karena ada calon dari Polisi kita harus netral enggak, tidak ada polisi pun kita harus netral semua. Saya pikir tidak diragukan lagi netralitasnya,” tandasnya. (yud)










