“Saya membawahi dua Satgas Pamtas, yang pertama di Nunukan sektor timur dan sektor barat ada Yonif 141/AJYP. Ini membawahi tiga kabupaten dengan perbatasan yang sangat panjang lebih kurang 754 Kilometer,” kata.
Tiga kabupaten yang dimaksud, yaitu Kabupaten Malinau, Kabupaten Mahulu Dan Kabupaten Nunukan. “Jadi, memang diantara ketiga kabupaten ini, yang paling berat ada di Kabupaten Malinau,” tandasnya.
Pada kesempatan itu Irham memberikan arahan dan motifasi kepada prajurit Satgas 141/AJYP agar seluruh prajurit melaksanakan tugas tanpa pamrih dan harus ikhlas. “Jangan terlena dengan situasi dan harus tetap waspada, prajurit harus gembira sehingga jauh dari sakit, pelaksanaan tugas yang sudah baik harus dipelihara dan ditingkatkan,” tegasnya.
“Kalian sebagai prajurit yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia tidak sendiri, saya selalu ada untuk kalian. Tugas operasi ini adalah suatu kehormatan yang diberikan oleh negara kepada setiap prajurit,” tambah dia.
Jenderal TNI bitang satu itu berharap setiap prajurit selalu kreatif selama berada di perbatasan. Misalnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar mereka. Ia juga menekankan terkait bahaya penyelundupan narkoba yang harus diwaspadai tiap-tiap prajurit. “Apabila menemukan pengedar narkoba, segara tangkap dan koordinasi dengan aparat terkait,” tandasya. (*/dor)