“Kami tak ingin masyarakat panik, untuk itu kami siapkan media yang dapat dipercaya kepastian dan kebenaran informasinya,” ujar Deasy saat mengikuti aksi pembagian masker di Simpang Empat Mal Lembuswana, Sabtu pekan lalu.
“Jadi untuk masyarakat yang ingin melapor atau bertanya mengenai difteri bisa menghubungi hotline 0895-1718-5035. Bisa melalui SMS dan Whatsapp,” imbuhnya,
Sebagai upaya mencegah penyebar luasan difteri, DKK juga telah melakukan Gerakan Imunisasi di beberapa lokasi. Khususnya di kawasan Sungai Pinang Dalam. Secara keseluruhan, hingga Sabtu sudah ada 2.300 orang yang telah di imunisasi.
“Kami juga berikan obat profilaksis atau obat pencegahan penularan. Total masyarakat yang dilakukan pelacakan kontak dan pemberian obat profilaksis sebanyak 3.179 orang ,” paparnya.
Sebelumnya, berdasarkan data terakhir DKK Samarinda, total warga yang sudah dirawat di ruang isolasi RSUD AW Syahranie karena Difteri mencapai 23 orang.
Terdiri sari 14 orang yang masih dirawat, dan sudah pulang sebanyak 9 orang.
“Sampai saat ini belum ada yang positif, berdasarkan uji Kultur. Termasuk beberapa suspect yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan hasilnya belum keluar. Kemungkinan besar negatif. Dan belum ada kematian karena difteri,” paparnya.
Dia meminta masyarakat mengurangi aktifitas di keramaian, khsususmya saat kondisi tubuh kurang baik. Karena, lanjutnya penularan difteri melalui apa yang disebut air bone deseas atau penularan lewat udara.
DKK Samarinda katanya terus melakukan imunisasi secara berkala. Saat ini masih difokuskan ke wilayah yang dekat dengan tempat tinggal suspect difteri. Khususnya di beberapa sekolah, karena anak-anak rentan terpapar di sekolah.
Pencegahan dengan pembagian masker juga di lakukan oleh beberapa komunitas. Bahkan pada Sabtu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang juga ikut, membagikan masker kepada pengguna jalan. (rs)