Sebelumnya dikabarkan PDIP sudah mendukung pasangan Donna Faroek-Hermanto Kewot. Tapi belakangan beredar surat keputusan (SK) dari DPP PDIP mengalihkan dukungannya.
“SK-nya benar itu. Saya kok yang nyebar SK itu,” kata Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propoganda PDIP Kaltim, Agus Salim, kemarin.
Diakuinya pengalihan dukungan itu persoalan komunikasi antara paslon dengan DPP yang tidak ketemu. Awalnya, kata dia DPP merekomendasikan Donna-Hermanto Kewot di Pilbup PPU. Namun belakangan DPP mengubah dukungannya menjadi Donna-Agus Salim.
“DPP memutuskan untuk mengganti Hermanto Kewot yang ditugaskan DPP tetap sebagai anggota dewan. Dan DPP mengutus saya untuk menjadi wakil Donna, namun saya di tolak oleh Donna,” sebutnya.
Atas penolakan tersebut, DPP langsung mengambil sikap dan mengalihkan dukungannya ke Andi Harrahap-Fadli yang sebelumnya sudah mengantongi dukungan dari Partai Golkar.
“Karena menolak perintah partai, DPP langsung mengalihkan dukungan,” tandas Agus.
Atas pengalihan dukungan tersebut, dipastikan ada tiga paslon yang akan bertarung di Pilbub PPU. Pasangan pertama, yakni Andi Harrahap-Fadli Imawan yang diusung partai Golkar dan PDIP.
Pasangan kedua Mustaqim-Sofyan Nur diusung Gerindra, PKB dan PBB.
Pasangan terahir, Abdul Gafur Masud-Hamdan yang diusung partai Demokrat, PKS dan NasDem.
Tanpa dukungan PDIP, Donna Faroek tak bisa mendaftar karena kekurangan dukungan sebagai syarat pencalonannya. (sab)