Komitmen Bersama Golkar, Makmur Tolak Pinangan Cawagub
2 menit baca1.309 kali dibaca
TANJUNG REDEB - Ketua Harian Golkar Kaltim, Makmur HAPK menegaskan dirinya merupakan kader Partai Golkar yang tetap setia mebbesarkan partai. Berkecimpung selama 35 tahun bersama partai berlambang pohon beringin, Makmur mengaku dirinya sudah dibesarkan partai. Tak diinginkan menjadi kandidat dari partai, Makmur mengaku legowo.
Mantan Bupati Berau dua periode ini sama sekali tak menunjukkan rasa kesalnya saat Partai Golkar mengusung Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail. Makmur juga tak berkoar meski dirinya sudah mendapat mandat dari seluruh DPD kabupaten/kota sampai sayap organisasi. Makmur pun tak berontak meski sudah mengantongi ‘modal’ sebagai kandidat potensial.
“Jika berbicara kecewa, tidak. Bukan tipikal saya mengejar jabatan, karena jabatan sebuah amanah yang bukan main-main,” terang Makmur ke awak media, Rabu (10/1) dikediamannya Jln Mawar, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Rabu (10/1)
Makmur menganggap kejadian saat ini merupakan dinamika politik. Menurut dia semua yang terjadi merupakan keputusan DPP Golkar. Padahal, secara pribadi jika diberi amanah dari partai selalu siap.”Saya merasa, apa yang menjadi keputusan DPP itu yang terbaik. Jika ditanya apakah saya kurang melobi ke pusat, tegas saya ungkapkan itu bukan tipikal saya untuk lobi sana sini. Saya di Golkar sudah 35 tahun, dan teman-teman di pusat kenal saya semua. Sehingga, saya hanya bisa menyerahkan amanah ini dengan doa,”tegasnya.
Tak dicalonkan di Golkar, Makmur bercerita, jika dirinya pada Minggu (7/1) dihubungi dua parpol yang meminangnya sebagai Cawagub. Salah satunya datang dari Sekjen PDIP di Jakarta yang menyampaikan amanat dari Megawati Soekarno Putri jika mantan Bupati Berau dua periode Makmur layak menjadi calon dari PDIP di Kaltim. Tapi pinangan itu tegas ditolaknya.
“Saya tipikal orang yang setia dengan partai, jangan karena hal kecil masa pensiun saya tercederai di partai yang membina saya selama 35 tahun hingga hari ini,” kata Makmur.
Sebagai petinggi partai, Makmur mengaku hingga hari ini belum ada pemberitahuan kepada dirinya atas pilihan DPP terhadap calon Golkar dan Nasdem. “Saya justru sangat bangga dan masih laku di partai lain, seorang mantan Ibu Negara yaitu Ibu Mega tahu sama saya dan prestasi saya. Ini yang saya sebut, jangan pernah bangga dengan sebuah jabatan yang dipaksakan,” ungkap Makmur. (ind)










