“Ya, salah satu warga kami menjadi korban dalam kebakaran itu. Dia mengalami gangguan jiwa,” kata Ketua Rt 88, Masrifudin. Selama ini, Hendra tingal di salah satu bangsalan yang turut hangus terbakar. Masrifudin menyebutkan, musibah itu mengakibatkan dua bangunan bangsal 19 pintu, rata dengan tanah. “Ini bangunan bangsalan semua yang terbakar,” pungkasnya.
Karena tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah, warga yang menjadi korban terpaksa mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga dekat.
Sementara itu, ditemui Koran Kaltim, salah satu sepupu kandung Hendra bernama Noviyanti (39) menuturkan, ia mengenali korban yang sudah hangus itu dari bentuk giginya. “Saya yakin itu Hednra setelah melihat dia di rumah sakit, tapi saya tahu karena ciri di giginya,” katanya.
Ia menuturkan, Nurdin baru sekitar dua bulan keluar dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Karena saudaranya juga masih menyewa semua, jadi dia disewakan bangsalan di sini. Jadi dekat dengan tempat tinggal kami,” katanya.
Novi mengaku terakhir kali bertemu dengan Hendra pada Selasa (2/1). “Hari itu dia pakai baju berwarna biru dan celana pendek, tidak ada firasat saat bertemu dia,” tandasnya.
Novi menduga Hendra sedang tidur saat kebakaran terjadi. “Dia rutin mengonsumsi obat, mungkin pengaruh obat itu dia tidur, kalau tanpa obat, dia kadang tempramen,” pungkasnya.
Novi ikut mejadi korban dalam kebakaran tersebut, tempat tinggalnya ikut jadi arang. “Saya sempat selamatkan berkas penting dan anak-anak saya. Setelah dengar ada penemuan mayat, baru saya keget lagi, ingat dia (Hendra),” demikian Novi. (dor)