Ia menuturkan, mengungkap penyebab kebakaran Tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya akan datang ke Samarinda. “Sementara ini kita masih menunggu Labfor dari Surabaya. Penyelidikan akan libatkan tim labfor, waktunya kapan (tim labfor datang), kita belum tahu,” terang Vendra.
Dari pantauan media ini, Selasa (2/1) seluruh pegawai masih berkantor di gedung ini meski sebagian ruang hangus dilalap api. “Ya kami tetap berkantor di sini. Kantor baru memang sudah ada di Jalan DI Panjaitan, namun masih menunggu kesiapan listrik, air dan landscape-nya. Namun kami tetap memastikan semua dokumen penting aman usai kebakaran,” ujar Kepala Disperkim Samarinda, Dadang Airlangga Nopandani.
Ia mengakui ada beberapa berkas yang ikut terbakar, namun masih bisa mendapat softcopy dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda.
Sedangkan berkas dari tahun-tahun sebelumnya sudah diamankan di kantor baru di Jalan DI Panjaitan. “Selain itu aset berupa alat kebersihan untuk taman semuanya masih ada di kantor DKP dulu (sekarang menjadi Dinas Lingkungan Hidup) Jalan MT Haryono. Nantinya akan kami satukan semua di kantor baru,” urainya.
Ia pun mengakui selama ini tidak ada persiapan khusus dalam mengamankan berkas penting karena Disperkim merupakan instansi yang baru berjalan setahun.
“Biasanya dokumen hanya kami simpan di lemari besi biasa dan ada juga yang disimpan dalam bentuk softcopy,” tandas Dadang.
Perwira polisi berpangkat melati tiga itu membeberkan, penyelidikan masih dilakukan Penyidik Polsekta Samarinda Ilir dan Sat Reskrim Polresta Samarinda.
Diberitakan sebelumnya, kantor Dinas Perkim tersebut terbakar ketika suasana di Komplek Balai Kota samarinda sedang sepi, karena libur tahun baru. (dor)