Pemkot Samarinda menyatakan saat ini pembangunan jembatan sudah rampung. Yang dimaksud adalah bangunan jembatan fisik. Sapa sangka dibalik kemegahannya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan untuk penyempurnaan jembatan. Hal itu juga diakui Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.
“Tahun depan dialokasikan Rp20 miliar dari keperluan Rp55 miliar untuk pembebasan lahan sebagai jalan pendekat jembatan,” kata Syaharie Jaang kepada awak media disela-sela acara syukuran bersama warga di sekitar Jembatan Mahkota H Achmad Amins, Rabu (27/12) malam.
Meski sudah diklaim selesai, Pemkot Samarinda masih memberlakukan pembatasan lalu lintas kendaraan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda khususnya kendaraan bermuatan.
Jembatan yang menelan anggaran mencapai Rp650 miliar itu memang perlu jalan pendekat. Setidaknya ada jalan alternatif yang tak membuat jalur menuju wilayah kota tak macet.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Hero Mardanus kondisi jalan menuju Pasar Sungai Dama belum dapat dilalui kendaraan berat karena dikhawatirkan menambah kemacetan.
“Makanya untuk sementara kendaraan yang bisa lewat hanya kendaraan pribadi yaitu roda dua dan roda empat. Tapi sudah dibuka 24 jam,” tegas Hero.
Pengakuan Hero soal pembebasan lahan seolah bertentangan dengan wali kota. Hero menyatakan belum bisa memastikan kebenaran adanya pembebasan lahan tahun depan.
“Belum ada rencana untuk membebaskan lahan karena belum ada pembahasan dalam APBD murni 2018, kemungkinan dalam anggaran perubahan atau bisa jadi APBD 2019,” urainya.
Tak hanya persoalan pembebasan lahan, Pemkot Samarinda juga masih memikul beban pembayaran utang yang belum lunas.
Hal ini ditegaskan oleh Konsultan Perencanaan Mahkota II Taufik Rinaldi.
“Secara keseluruhan pengerjaan konstruksi dan aksesoris sudah selesai namun utangnya masih ada sekitar Rp16 miliar,” kata Taufik.
Namun berdasarkan rapat terakhir dalam pembahasan utang, Taufik memastikan Pemkot Samarinda akan melunasi utang tersebut pada 2018 mendatang.
Masalah lain lagi soal, sertifikasi dari Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) belum diterbitkan sampai saat ini. “Ya ini kan syukuran karena sudah selesai dalam pengerjaan konstruksi. Tapi diusahakan setelah tahun baru sudah terbit (sertifikasi),” imbuh Taufik.
Wali Kota Syaharie Jaang dalam acara syukuran, Rabu (kemarin) meminta jembatan ini menjadi aset yang harus dijaga agar bisa jadi kebanggan bersama.
“Harapan saya jembatan ini dapat kita pelihara bersama. Apalagi sekarang jembatannya sudah terang dan cantik, saya berharap jembatan ini bisa menjadi kebanggaan kita bersama,” tandas Jaang. (ms)