Kuat dugaan ‘monster’ Sungai Telake ini jenis buaya muara. Bakransyah tak bisa memastikan. “Kalau jenis buayanya saya tak tahu, pokoknya buaya yang menyerang ini tergolong ganas, warga menyebut buaya hitam karena warnanya hitam,” kata Bakransyah.
Bakransyah memperkirakan buaya yang menyerang Sattinah pangjangnya lebih dari lima meter. Buaya ini kerap mondar-mandir di sungai yang ada di desa.
Bakransyah bercerita kejadian pertama terjadi pada 2015 lalu. Korban pertama seorang lelaki dewasa yang saat itu mandi di sungai usai berkebun sekira pukul 12.00 Wita. beruntung selamat. Serangan kedua terjadi pada 2016, korbannya bocah kelas 5 Sekolah Dasar (SD) yag mandi di dermaga masjid sepulang sekolah. Bocah itu tewas setelah diterkam buaya.
“Ini kejadian ketiga warga RT 03 Desa Sebakung,” kata Bakransyah.
Kapolsek Long Kali, AKP Danang Aries Susanto menjelaskan Sattinah diterkam buaya saat dirinya tengah buang air besar alias BAB. Menurut dia sudah menjadi kebiasaan bagi warga desa, membuang hajat sekaligus mengambil air di pinggir sungai pagi hari. Celakanya, saat BAB Sattinah tak di jamban melainkan ‘nongkrong’ di batang kayu di pinggir sungai.
“Ini memang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari turun ke sungai mengambil air atau keperluan lainnya,” kata Danang.
Usai buang hajat, korban berniat membersihkan diri di sungai. Saat itulah, korban disambar ‘monster’ Sungai Telake. Buaya langsung mengigit bokong Sattinah. Karena terkejut Sattinah berontak dan menarik bokongnya dari gigitan buaya hingga lepas.
Sattinah kata Danang sempat terjatuh ke sungai, tapi mampu berdiri. Dengan luka seperti bekas gigitan gigi taring, Sattinah berlari ke darat dan berteriak meminta tolong.
“Korban mengalami dua luka robek pada bagian bokong dengan panjang sekitar 15cm dengan kedalaman 2cm,” jelasnya.
Beruntung putra korban, Muryansyah (27) yang berada di rumah lekas merespon teriakan ibunya. Muryansyah berlari menuju asal teriakan yang berjarak 50 meter menuju sungai, langsung menolong.
Saatinah dengan kondisi sadar langsung dibawa keluarga ke Puskesmas Long Kali untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dari Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Tentara di Kota Balikpapan.
Kejadian ini menurut Danang sedianya tak terulang jika kebiasaan warga BAB di sungai dihentikan. Dia minta warga membangun fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) berada berada di sekitar rumah.
“MCK sebaiknya di sekitar rumah agar aman dari serangan binatang buas yang masihberkeliaran di pinggir sungai,” imbuh Danang. (dc1217)