Terlibat Tabrakan Beruntun, Warga Samarinda Tewas
2 menit baca1.574 kali dibaca

SAMARINDA – Tubuh perempuan bernama Ida Iriani (35) warga Jalan Padat Karya, Kecamatan Samarinda Utara, tergeletak lunglai di atas badan Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (19/12) sekitar pukul 09.50 WITA. Kepalanya masih terbungkus helm. Tapi, darah terus mengucur. Hingga akhirnya Ida dinyatakan meninggal dunia.
Perempuan bernasib malang itu menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat dibonceng tetangganya, Hairudin (45).
Ida meninggal dunia, sementara Hairudin mengalami luka berat yang dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie, Samarinda. “Awalnya saya melintas pakai mobil sama suami, saya melihat warga hanya melihat, tak menolong korban, kami kemudian turun dari mobil, membantu mengangkat korban ke mobil ambulan dan dibawa ke rumah sakit,” kata Enosia Randaluyuk (35), warga yang membantu mengevakuasi korban, di temui di ruang jenazah.
Informasi yang dihimpun media ini, kecelakaan nahas itu melibatkan sekitar empat kendaraan sekaligus, diantaranya truk roda enam bernomor polisi KT 9050 AK, mobil box bernomor polisi KT 8362 LP, mobil bernomor polisi KT 1201 RI, motor yang digunakan kedua korban bernomor polisi KT 6806 CQ.
Kepada Koran Kaltim, Wakasat Lantas Polresta Samarinda AKP Dika Yosep Anggara menuturkan keempat kendaran yang trlibat kecelakaan itu sama-sama datang dari arah Bontang menuju Kota Samarinda. Petaka muncul ketika pengemudi mobil KT 1201 RL tiba-tiba memperlambat laju kendaraannya karena diduga menghindari sebuah mobil yang ada di hadapannya. “Tepatnya di turunan jalan, ada mobil pikap yang tidak diketahui nomor polisinya berbelok ke arah kiri, dan seketika itu pengemudi mobiil KT 1201 RL mengerem dan berhenti,” ujarnya.
Tabrakan beruntun pun terjadi, karena dari arah belakang datang mobil pikap box KT 8362 LP juga mengerem dan selanjutnya dibelakangnya datang sepeda motor yang ditunggangi korban dan dibelakang motor tersebut datang mobil Truk KT 9050 AK dan menabrak motor sekaligus mendorong kendaraan yang ada di depannya.
“Posisi jalannya menurun, kita belum mengetahui apakah truk tersebut mengalami gangguan pada sistem rem sehingga menabrak,” sebutnya.
“Pemotor memang paling rawan menjadi korban kecelakaan, seandainya semua yang terlibat itu mobil, mungkin hanya ringsek saja,” timpalnya.
Saat ini, polisi masih mendalami penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecekalaan. (dor)










