Namun, kata Ferdian, apabila DPP PDIP memutuskannya maju sebagai calon gubernur, Jaang harus siap berada di posisi kedua.
“Sebab dari komposisi perolehan suara, saya punya 10 kursi dan Jaang empat kursi. Dari komsposisi kursi itu, jelas PDIP lebih banyak. Ini juga akan menjadi pertimbanagan, namun itu kembali kepada partai Pak Jaang dan partai saya,” sebut Ferdian.
Senanda dengan Ferdian, Andi Sofyan Hasdam yang juga masuk sebagai radar bakal pendamping Ketua DPD Demokrat Kaltim, memanggapi santai pernyataan Jaang tersebut. “Saat ini semua masih cair. Belum ada yang mendaklarasikan diri siapa pasanganya. Semua kemungkinan bisa terjadi,” kata Mantan Walikota Bontang dua periode ini.
Diketahui, selain Ferdian dan Sofyan, ada juga Makmur HAPK, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy.
“Wajar saja kalau menyebut nama. Namun intinya Jaang akan memilih salah satu yang dianggap menguntungkan dia, pas atau tidak. Itu perlunya membangun komitmen,” tandasnya.
Sebelumnya, Jaang membeberkan lima nama bakal pendampingnya di Pilgub Kaltim 2018-2023. Kelima nama itu bahkan telah diserahkan ke Majelis Tinggi DPP Demokrat.
“Siapa yang diusung, itu sudah masuk majelis tinggi partai. Mereka yang akan berkomunikasi dengan pengurus DPP partai lainnya di pusat. Karena bagaimanapun, keputusan akhir itu ada di DPP. Saya hanya mengharapkan yang terbaik bagi Kaltim,” kata Jaang di Hotel Radja Samarinda, pekan lalu. (sab)