Tak Semua Anggota Dewan Setujui Anggaran
1 menit baca1.059 kali dibaca
SAMARINDA – Di luar sengkarut penolakan pembangunan masjid di atas Lapangan Kinabalu, Samarinda terungkap ‘kesepakatan’ tersembunyi yang melibatkan anggota DPRD Kaltim. Sialnya, ‘kesepakatan’ ini tak diketahui oleh semua anggota institusi itu.
Hal itu diungkap Rusman Yaqub yang menganggap adanya persetujuan pembangun masjid Al Faruq secara diam-diam antara Pemprov dan DPRD Kaltim. Rusman menyatakan dirinya tidak pernah menyetujui usulan anggarannya. Bahkan kata dia, dari beberapa anggota dewan yang diketahui, seperti Agus Suwandy dan Safruddin masih getol mempersoalkan pembangun masjid tersebut.
Rusman menyatakan adanya persetujuan dari DPRD, namun tidak selesai tindak lanjutnya. Belakangan, tiba-tiba ada alokasi anggaran. “Nah, eksekutif mungkin merasa ada persetujuan. Namun, kami anggap tidak ada persetujuan resmi. Itu tidak ada. Kalau toh sampai ada, berarti ada persetujuan diam-diam,” tegas Rusman. Jumat (8/12).
“Saya bisa pertanggungjawabkan peryataan saya. Karena tidak ada di Paripurana,” tambah Rusman.
Rusman mengakui pemerintah tidak pernah menjelaskan progres pembangunan secara detail dan terbuka. “Kalau ini dilempar ke dewan. Kita aja tidak pernah diberikan data kongkret kok, terkait membangunan itu. Baik itu persetujuan lurah, camat dan rincian anggaranya,” katanya.
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp71 miliar untuk pembangunan masjid, Rusman mengangap itu akan bertambah. “Itu akan ada lagi anggaranya, saya yakin itu. Karena saya punya pengalaman,” akunya.
Rusman mencontohkan pembangunan convention hall di kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda. Anggaran yang diperlukan untuk pembangunan gedung itu setiap tahun selalu berubah dan cenderung meingkat. “Itu modus saja,” sebut Rusman.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim ini mengaku tidak pernah menghalangi gubernur untuk membangun masjid, namun lokasinya tidak tepat untuk di bangun masjid. (sab)










