Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindagkop) Kabupaten Berau, Eva Yunita, mengatakan saat ini hampir seluruh kampung di Berau telah memiliki produk khas yang berpotensi dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa UMKM telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.
“Saya sudah berkeliling melihat produk UMKM dari berbagai kampung. Saya merasa bangga,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Meskipun kualitas produk terus meningkat, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar produk-produk tersebut mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah kelengkapan legalitas produk, mulai dari izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi keamanan pangan, hingga perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk tertentu.
Eva menilai legalitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Untuk mendukung hal tersebut, Diskoperindagkop Berau berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui kerja sama dengan pemerintah kampung, pendamping desa, dan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan pendamping desa maupun NGO yang peduli terhadap pengembangan UMKM,” ujarnya.
Selain legalitas, aspek pelabelan produk juga menjadi perhatian. Eva menekankan bahwa informasi produk harus disajikan secara lengkap, mulai dari komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, hingga izin edar yang dimiliki. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus memenuhi standar pemasaran modern.
Di sisi lain, potensi besar juga terlihat pada produk olahan hasil laut yang banyak dihasilkan masyarakat pesisir Berau. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah udang kering yang dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas.
Eva menuturkan, kualitas produk harus didukung dengan kemasan yang mampu menarik minat konsumen. Kemasan yang informatif dan menampilkan isi produk secara jelas diyakini dapat meningkatkan nilai jual sekaligus membangun kepercayaan pembeli. “Packaging itu sudah banyak yang bagus, tapi perlu ditingkatkan lagi,” katanya.
Eva menyebut, melalui penguatan legalitas dan peningkatan kualitas kemasan, produk UMKM kampung di Berau dapat semakin kompetitif serta menjadi salah satu identitas ekonomi daerah yang mampu menembus pasar nasional.
“Kita ingin memperkenalkan bahwa Berau bukan hanya kaya wisata, tapi juga punya produk-produk khas yang unggul dan layak jual,” pungkasnya.
Editor: Erwin