Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan pemasaran yang selama ini masih menjadi kendala utama pengembangan produk unggulan daerah. Sebab, sejumlah produk UMKM Berau telah berhasil menembus pasar internasional dan mendapat apresiasi di berbagai negara.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan akun khusus tersebut akan menjadi wadah promosi yang lebih terarah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
“Outcome yang kami harapkan tentu hadirnya buyer atau pembeli yang tertarik dan melakukan transaksi secara berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan produk UMKM Berau menembus pasar luar negeri sebenarnya bukan hal baru. Produk cokelat asal Berau telah dipasarkan hingga Eropa, termasuk Prancis. Selain itu, kain batik dan tenun khas Berau juga telah dikenal di Belanda dan bahkan telah melahirkan sejumlah kerja sama yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). Namun, capaian tersebut belum banyak diketahui masyarakat karena promosi yang masih terbatas.
“Promosi dan pemasaran kita masih belum maksimal. Padahal ini merupakan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Potensi produk unggulan Berau tidak hanya terbatas pada sektor kerajinan dan olahan kakao. Produk terasi Berau juga memiliki peluang pasar yang sangat besar karena kualitasnya yang dinilai mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Permintaan terhadap komoditas tersebut, lanjutnya, cukup tinggi di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Jawa, hingga Bali. Sayangnya, keterbatasan promosi membuat produk tersebut belum dikenal secara luas.
Dirinya juga sempat melakukan kunjungan ke Belanda untuk membahas peluang kerja sama pemasaran berbagai produk unggulan Berau. Dalam sektor kakao, produk Berau bahkan harus bersaing dengan komoditas dari Afrika, Thailand, dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Meski demikian, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
“Jangan pernah berpikir bahwa Berau terlalu jauh dari pusat pasar. Faktanya akses transportasi saat ini sangat terbuka,” ucapnya.
Dia menilai hambatan terbesar saat ini bukan lagi persoalan jarak maupun distribusi, melainkan semangat untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha.
Dukungan dari pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dinilai semakin terbuka bagi pelaku UMKM.
Karena itu, Edy berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam memperkenalkan produk lokal, termasuk peran media massa yang dinilai strategis dalam membangun citra dan memperluas pasar produk unggulan Berau.
“Ke depan kami akan menyiapkan akun khusus yang fokus pada pemasaran dan promosi produk lokal agar jangkauannya semakin luas dan mampu menarik lebih banyak pembeli maupun investor,” pungkasnya.
Editor: Erwin