Untuk stok yang ada sekarang ini berada sekitar 19 ribu ton beras. Stok ini siap untuk penyaluran beras SPHP. Bila dibandingkan dengan target yang diberikan kepada kami, sisa yang harus disalurkan hingga Desember sekitar 18 ribu ton.
"Artinya, stok yang ada masih lebih banyak dari target penyaluran, sehingga aman untuk beberapa bulan ke depan,” jelas Musazdin kepada Korankaltim.com Kamis (30/10/2025).
Bulog terus memantau ketersediaan dan distribusi beras agar tidak terjadi kekurangan di lapangan. “Dengan adanya stok 19 ribu ton dan target sisa penyaluran sekitar 18 ribu ton, artinya kami masih memiliki cadangan yang cukup aman hingga Desember,” tegasnya.
Terkait mekanisme penjualan, Bulog memiliki aturan yang tetap dijalankan diseluruh kios pengecer SPHP yakni satu orang maksimal membeli dua sak atau dua pek beras SPHP.
Beras juga tidak boleh dibuka kemasannya, tidak boleh diperjualbelikan kembali dan pengecer yang mematuhi aturan ini tetap dilayani.
“Kami tetap menegakkan ketentuan ini demi kepastian distribusi dan sampai saat ini pengecer masih mematuhi aturan tersebut,” sebutnya.
Musazdin juga menyebutkan kesiapan tim Bulog untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai jadwal. Mereka sudah menyiapkan stok untuk seluruh Kaltimkaltara. Dengan stok yang memadai, distribusi bisa berjalan lancar hingga beberapa bulan ke depan.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan tim lapangan untuk memastikan tidak ada kendala teknis,” ujarnya.
Koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pengecer, terus dilakukan agar penyaluran tepat sasaran.
“Kami memastikan semua pihak memahami aturan dan stok tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember. Dengan begitu, penyaluran beras SPHP bisa berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” pungkas Musazdin.
Editor: Aspian Nur