Inflasi Kaltim pada periode ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan lalu yang mencapai 2,02 persen (mtm). Hal ini mencatat bahwa harga komoditas cenderung stabil pasca pengendalian inflasi di daerah.
Periode ini yang menyumbang inflasi diantaranya kelompok perumahan, listrik, air dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,79 persen (mtm), kenaikan ini disebabkan oleh berakhirnya diskon tarif listrik yang berlangsung pada Januari hingga Februari tahun 2025.
Kepala KPw BI Kaltim, Budi Widhihartanto mengatakan bahwa peningkatan harga juga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang turut menyumbang inflasi Kaltim.
“Ini diakibatkan meningkatnya curah hujan yang berdampak pada penurunan produksi,” terangnya.
Selain itu, juga terdapat komoditas lain yang mengalami lonjakan harga seperti daging ayam ras, kangkung, bayam, tomat dan ikan tongkol. Namun, lajunya inflasi ini masih dapat ditekan oleh penurunan sejumlah komoditas seperti angkutan udara, cabai rawit, udang basah, bensin dan tarif pulsa ponsel.
“Upaya pengendalian inflasi juga dapat dilakukan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus dilakukan demi menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Kaltim,” terangnya.
Guna memastikan ketersediaan pasokan, pihaknya terus melakukan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program seperti bantuan pupuk, mekanisasi pertanian, bantuan sarana dan prasarana pertanian dan cara lainnya.
“Upaya lain juga dilakukan seperti memastikan kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif,” pungkasnya.
Editor: Erwin