Chalid Salim merasa mendapat dukungan dari Pemerintah dalam tugas produksi hulu minyak dan gas (migas).
Sementara itu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi memaparkan bahwa PHM mengedepankan inovasi dan penerapan teknologi, digitalisasi, dan prinsip keselamatan kerja.
"Tentunya sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan target produksi migas nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah," jelasnya.
Lapangan SPS, lanjut Setyo, adalah salah satu contoh optimalisasi pengelolaan lapangan mature yang tetap menjaga produktivitas dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
"Kami memiliki komitmen menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, patuh, dan efisien. Di PHM, kami juga mengedepankan inovasi serta mengadopsi teknologi terkini," terangnya.
Setyo juga menambahkan bahwa pencapaian produksi PHM secara year to date pada Maret 2025 sebesar 439 juga standar kubik kaki per hari (MMSCFD) untuk gas dan minyak sebesar 25.1 ribu barel per hari (BOPD).
"Sementara untuk pengeboran, PHM telah berhasil melakukan pengeboran sebanyak 20 sumur tajak," paparnya.
Strategi PHM dalam hal optimalisasi lapangan, penerapan teknologi terkini, serta efisiensi operasi yang memungkinkan produksi tetap stabil di tengah tantangan industri migas global. Bahkan selain pencapaian produksi, PHM juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja.
"Sampai dengan 29 Maret 2025, PHM telah mencatat 571 hari atau setara dengan 44.294.278 jam kerja tanpa kecelakaan," paparnya.
Menanggapi itu, Menteri ESDM Bahlil Lahaladia memberikan apresiasi terhadap PHM karena mampu mempertahankan tingkat produksi migas di tengah tantangan operasi yang kompleks. Terutama pada lapangan-lapangan migas yang mature.
"Saya ingin PHM terus fokus dalam meningkatkan lifting minyak untuk mendukung ketahanan energi nasional. Tentunya dengan dukungan penuh dari seluruh pelaku industri migas," kata Bahlil.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri hulu migas untuk mencapai target produksi nasional. Sekaligus menegaskan bahwa pemerintah akan terus menciptakan iklim investasi yang mendukung percepatan kegiatan eksplorasi dan produksi.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif dan mendukung upaya eksplorasi serta pengembangan lapangan migas baru," pungkas Bahlil.
Dalam kunjungant tersebut, Bahlil Lahaladia juga bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (*/kk)