Proyek ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir 2025, dengan harapan dapat menekan inflasi dan meningkatkan pendapatan daerah melalui stabilisasi harga ikan di pasaran.
Cold storage merupakan wadah penyimpanan produk dengan suhu rendah untuk menjaga kualitas barang dan mencegah kerusakan atau pembusukan, terutama bagi produk perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Samarinda, Achmad Fauzi Irawan menjelaskan bahwa pada tahun lalu pembangunan telah memasuki tahap penyediaan gedung dan fasilitas pendukung.
Sementara untuk tahun ini, fokus akan beralih pada pemasangan mesin, penyelesaian pagar pengaman, serta integrasi dengan infrastruktur di Pelabuhan Perikanan (PPI).
Proyek cold storage ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga ikan, terutama ikan tongkol dan layang, yang sering kali menjadi penyumbang inflasi.
“Insya Allah, mesin akan segera terpasang tahun ini. Di belakang cold storage nanti juga akan dibangun fasilitas untuk penurunan ikan,” ucap Fauzi, Senin (7/4/2025).
Cold storage tersebut nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Pemkot Samarinda, berbeda dengan lokasi di Selili yang dikelola bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Fauzi menambahkan bahwa pengelolaan di Selili terkendala oleh peraturan daerah provinsi yang berdampak pada rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
“Jika kami menggunakan Perda Kota, target PAD bisa lebih tercapai. Tahun lalu, PAD sudah mencapai Rp800 juta per tahun. Jika fasilitas di Harapan Baru sudah beroperasi, kita yakin kontribusinya bisa lebih besar,” tambah Fauzi.
Keberadaan cold storage ini dinilai sangat penting untuk menstabilkan harga ikan di pasar, mengingat selama ini pasokan ikan tongkol dan layang yang beredar masih berasal dari cold storage milik swasta dengan harga yang lebih mahal karena biaya operasional yang tinggi.
Dengan adanya fasilitas ini, biaya operasional bisa ditekan, dan diharapkan bisa membantu pengendalian inflasi serta mendukung ketahanan pangan di Samarinda.
Fauzi optimis proyek ini akan selesai tepat waktu dan siap difungsikan pada akhir 2025. Ia berharap, fasilitas ini dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap PAD Kota Samarinda.
“Semoga akhir tahun ini semuanya sudah selesai dan cold storage bisa beroperasi seperti yang diharapkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin