Terakhir, Pemkot Samarinda melakukan sidak ke beberapa titik untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) aman.
Saat melakukan tinjauan, Iswandi sempat memisahkan diri dari rombongan, di mana ia mendapati adanya perselisihan harga antara pedagang, mulai dari sayur hingga daging.
Ia mencatat bahwa pedagang yang ditanyai oleh rombongan serentak menjawab bahwa harga yang berlaku relatif aman dan sesuai dengan yang tercantum di website bapokting.
“Itu bukan sidak, tapi hanya kunjungan. Kalau sidak hanya 1-3 orang, tanya langsung, tanpa ada pemberitahuan. Kemudian baru kita tahu fakta lapangannya,” kata Iswandi, Minggu (2/3/2025).
“Sementara saat kita datang di Pasar Segiri contohnya, sudah ada beberapa staf dari Dinas Perdagangan (Disdag) yang standby. Sehingga seakan-akan sudah diselaraskan harganya,” tambahnya.
Di sisi lain, saat memisahkan diri dari rombongan, Iswandi menemukan fakta bahwa harga yang dijual berbeda-beda.
Beberapa pedagang menjual dengan harga lebih rendah, sementara yang lain masih mematok harga tinggi. Oleh karena itu, ia berharap Pemkot ke depannya tidak lagi melakukan sidak dalam jumlah besar, melainkan fokus pada fakta harga yang ada di lapangan.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebutkan kemungkinan adanya kebocoran informasi terkait sidak tersebut.
“Sepertinya bocor ini sidak, saya tidak tahu tiba-tiba sudah ramai mereka di pasar itu. Kedepannya kita evaluasi lagi,” imbuhnya.
Marnabas juga menegaskan bahwa harga yang tertera di website bapokting bertujuan untuk menyamaratakan harga di seluruh pasar Kota Samarinda, sehingga tidak ada lagi pedagang yang bermain dengan harga.
Pihaknya juga menyediakan toko penyeimbang untuk menekan kenaikan harga yang disebabkan oleh pedagang nakal.
Editor: Erwin