Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim, Rizali Hadi, mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah perangkat daerah turun ke lapangan untuk memantau kondisi harga bahan pangan di pasar, khususnya bahan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Tujuan dari pemantauan ini adalah untuk memastikan harga sembako tidak melonjak tajam menjelang Ramadan. Dari pantauan ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan.
“Saat ini harga cabai naik drastis tembus Rp97 ribu per kilogram (Kg). Sementara minyak goreng Rp19 ribu di tingkat pengecer,” jelasnya.
Termasuk harga ikan segar juga mengalami kenaikan meskipun tak melonjak drastis. Untuk itu, pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis, seperti melakukan operasi pasar dan berkoordinasi dengan petani untuk meningkatkan produksi bahan pangan.
“Kami akan mengantisipasi terjadinya kelangkaan sejumlah bahan di pasar. Untuk stok bahan pokok dan sayur mayur untuk saat ini masih relatif aman,” pungkasnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan ketersediaan gas LPG 3 Kg bagi masyarakat yang berhak. Pihaknya meminta seluruh pihak terkait untuk berperan aktif dalam pengawasan harga dan distribusi, guna mencegah spekulasi dan kelangkaan barang di pasaran.
“Dengan adanya pemantauan agar memastikan gas LPG 3 Kg dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Ia memastikan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok apalagi menjelang momentum penting seperti Ramadan. Masyarakat diharapkan dapat berperan serta dalam memberikan informasi jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar atau penyimpangan dalam distribusi.
“Guna menghindari terjadinya spekulasi dan kelangkaan di tingkat agen maupun di pangkalan,” tutupnya.
Editor: Erwin