DJPb Catat Ekonomi Kaltim Tumbuh Positif Berkat Batu Bara
1 menit baca137 kali dibaca

Penulis: */Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan positif 5,52 persen YoY pada Triwulan III-2024.
1 menit baca137 kali dibaca

Penulis: */Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan positif 5,52 persen YoY pada Triwulan III-2024.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur, M. Syaibani, menyatakan bahwa salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi ini adalah sektor pertambangan, khususnya batu bara.
"Permintaan batu bara global yang terus meningkat, terutama dari negara mitra dagang seperti China dan India, memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Kaltim. Peningkatan ini tidak hanya menguntungkan sektor pertambangan tetapi juga sektor-sektor lain yang mendukung, seperti transportasi dan perdagangan," ujar M. Syaibani dalam rilisnya, Kamis (23/1/2025).
Lebih lanjut, Syaibani mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan batu bara global, yang tercatat naik sebesar 11 persen YoY, berperan penting dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya, terutama yang berkaitan dengan penyediaan energi.
"Selain itu, sektor-sektor terkait seperti jasa kepelabuhanan dan pendidikan juga menunjukkan kontribusi positif dalam memperkuat perekonomian regional," tambahnya.
Pada aspek penerimaan, Syaibani menambahkan bahwa APBN Kaltim pada 31 Desember 2024 menunjukkan hasil yang positif. Pendapatan Negara di Kaltim tercatat sebesar Rp42,69 triliun, yang mencapai 100,49 persen dari target yang ditetapkan, meskipun mengalami kontraksi 3,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan global yang mempengaruhi harga komoditas, Kaltim tetap mampu menjaga kestabilan ekonomi dengan mengoptimalkan potensi sektor pertambangan dan pengelolaan anggaran yang efisien," jelasnya.
Syaibani juga mencatat bahwa inflasi Kaltim pada Desember 2024 tercatat 1,47 persen, dengan kelompok makanan dan perawatan pribadi menjadi penyumbang utama inflasi. Sementara itu, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat melonjak sebesar 7,94 persen YoY, mencapai Rp3,44 triliun, yang didorong oleh sektor jasa kepelabuhanan dan layanan pendidikan.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperluas sumber pendapatan, termasuk dari PNBP yang tumbuh positif," tutup M. Syaibani. (*)







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG