Pada Triwulan III 2024 investasi Kaltim mencapai Rp22,59 Triliun dengan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp14,26 Triliun dengan total sekitar 6.881 proyek dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD555,43 juta atau sebesar Rp8,33 Triliun dengan 841 jumlah proyek.
“Capaian realisasi investasi pada triwulan III 2024 sebesar Rp22,59 Triliun atau sebesar 16,89 persen,” ucapnya.
Sementara jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada triwulan III 2023 yang hanya mencapai Rp18,78 Triliun. Hal ini dinilai mendapatkan peningkatan sebesar Rp3,81 Triliun.
“Sekarang ini kalau dikumulatifkan dari Januari-September realisasi mencapai Rp55,83 Triliun atau sekitar 73,45 persen,” bebernya.
Heru mengungkapkan realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar. Investasi di Kotq Balikpapan mencapai Rp5,59 Triliun atau 41,72 persen dari target keseluruhan realisasi investasi PMDN.
“Yang kedua itu di Kukar, dengan jumlah Rp2,19 Triliun atau 15,36 persen dan ketiga di Kubar dengan capaian Rp1,41 Triliun atau 9,95 persen,” tegasnya.
Berdasarkan dari sisi tenaga kerja, Kabupaten Kutai Timur paling banyak penyerapannya dengan jumlah 10.029 tenaga kerja, kemudian disusul oleh Kota Samarinda sebanyak 2.080 orang dan Kota Balikpapan sebanyak 1.459 orang.
“Untuk tenaga kerja asing itu dari setiap Kabupaten Kota itu sebesar 4 orang pada triwulan III 2024 ini. Total keseluruhan tenaga kerja Indonesian dan Asing mencapai 17.618 orang pada triwulan III 2024,” pungkasnya. (*/kk)