Stabilitas penjualan dialami para pedagang bendera Merah Putih di Kota Raja, seperti yang terpantau Korankaltim.com Senin (12/8/2024) hari ini.
Indra, seorang pedagang bendera asal Jawa Barat kepada media ini mengaku mendapat keuntungan selama berjualan di Tenggarong. “Saya berjualan sejak 17 Juli lalu, barang yang diambil dari Garut, ada ongkos kirim dan syukurnya masih ada untungnya,” kata Indra.
Ucok, teman seprofesi Indra menyebut menjelang HUT RI daya beli masyarakat mulai meningkat utamanya untuk membeli bendera Merah Putih. “Kebanyakan yang beli bendera dari sekolah atau kantor-kantor,” ungkapnya.
Omzet pendapatan tidak menentu, kadang mencapai 100 persen terkadang hanya 50 persen. “Jauh keuntungan yang didapatkan waktu tahun 2022 kemarin bisa sampai 20 juta penjualan bersih,” jelas Indra lagi.
Bendera yang dijual harganya beragam, dari ukuran 90 cm per lembar Rp40 Ribu, 120 cm per lembar Rp45 Ribu hingga Rp50 Ribu 150 cm, per lembar Rp60 Ribu - Rp100 Ribu sedangkan bendera ukuran kecil dijual dengan harga Rp10 Ribu sampai Rp15 Ribu. “Paling laku biasanya umbul-umbul,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur