Seperti perangkat daerah lainnya, Diskop UKM juga turut serta dengan stand expo yang menampilkan program kerja dan capaian oleh perangkat daerah dalam mensukseskan Visi Misi Kukar Idaman.
Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, Fathul Alamin mengatakan pihaknya menyiapkan lima stand, dan ini menjadi stand indoor terbesar dari perangkat daerah yang lain.
Ini dilakukan dengan harapan untuk semaksimal keikutsertaan pada KFBN 2024 ini dan harapannya mampu menarik perhatian pengunjung yang datang.
"Kemudian yang kedua harapan memang kita murni memfasilitasi pelaku UMKM kita. Kalau misalkan dibandingkan dengan perangkat yang lain kita justru tidak menonjolkan kinerja nih. Kita tidak ada program-program kita, tidak kita tampilkan, tapi kita lebih banyak memfasilitasi pelaku UMKM," katanya kepada korankaltim.com, Senin (8/7/2024).
Adapun pelaku UMKM yang difasilitasi yakni produk-produk unggulan, di antaranya dari sektor kuliner, kerajinan, kriya dan sebagainya, termasuk ada batik juga.
"Yang pasti kawan-kawan UMKM yang ada nomor induk berusaha, kemudian dia sudah ada sertifikat halalnya, legalitas izin edar SPP-IRT dan kemasannya juga baik. Jadi itu syarat utama yang jadi dasar kita mengkurasi produk sehingga itu yang bisa masuk di stand kita," sebutnya.
Guna menambah daya tarik stand expo Diskop UKM menyesuaikan dengan tema KFBN yakni menampilkan budaya khas Kutai.
"Ada dua tema, pertama itu tema vintage dan klasik. Tema vintage ini salah satu sektor UMKM kita di sektor ekonomi kreatif. Yang kedua kita angkat, untuk yang lokal ini kita budaya naik ayun nih, jadi kita buatkan ada perangkat-perangkat, kemudian filosofinya, ada penduduk dan sebagainya, ini menunjukkan bahwasanya ini bagian dari budaya Kutai yang harus dikenalkan kepada masyarakat," tegasnya.
Sebenarnya tidak ada keterkaitan lebih detail antara naik ayun dengan Dinas Koperasi UKM, tapi pihaknya ingin menunjukkan bahwasanya memang perangkat daerah ataupun peserta yang ikut serta di stand ekspo KFBN ini memang mengangkat budaya khas Kutai.
"Harapannya memang ini jadi ikon di stand kita untuk menarik audiens datang melihat di sini," demikian Fathul.
Editor: Supiansyah