Seperti diketahui, gas elpiji beberapa hari belakangan ini mengalami kelangkaan disejumlah daerah, tak terkecuali di Samarinda. Warga mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas melon tersebut untuk keperluan memasak.
Marinah (40) salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku, dirinya sudah sejak pagi menitipkan tabung gas miliknya pada tetangga di SPBU tersebut. “Saya dari pagi di sini (SPBU), saya titip sama tetangga saya yang juga ikut mengantre,” ungkap Marinah pada korankaltim.com, Selasa (4/6/2024).
Namun sayangnya, saat dirinya datang ke SPBU kenyataan justru tak sesuai yang diharapkan. Dirinya tak mendapatkan jatah elpiji 3 kg. Hal itu, lantaran petugas menggunakan kupon dengan mendata KTP. Sehingga, satu identitas hanya bisa mendapatkan satu tabung gas elpiji saja.
“Saya tidak ada tadi, jadi tidak dapat, padahal sudah dari pagi, sekitar jam 8-an saya titipkan ke tetangga saja,” jelasnya.
Warga yang antre di SPBU juga tampak mengerumuni petugas saat akan membagikan kupon antrean tersebut pada pukul 13.37 WITA, karena mereka ingin mendapatkan giliran pertama. Namun, petugas dengan tegas meminta warga yang ada untuk mengantre bersama tabung gas yang dibawanya.
Hal berbeda dialami Sari (35). Ia mengaku sudah menunggu sejak pagi hari dan mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga Rp19 ribu. “Saya antre dari pagi, syukur dapat ini. Kalau tidak, mungkin tidak masak, tidak bisa juga saya membeli yang warga pink karena mahal,” ungkapnya.
Sejumlah warga yang hadir di SPBU mengaku tidak mengetahui terkait viralnya video harga gas elpiji 3 kg yang mencapai Rp40-50 ribu per tabung.
Mereka kebanyakanya mengaku semua warung kehabisan, sehingga disebut langka. Oleh karena itu mereka rela antre sejak pagi. Dari pantauan di lapangan, antrean terus berlangsung hingga pukul 15.00 WITA barulah warga pulang. Namun beruntungnya, semua warga yang mendapatkan kupon ke bagian gas elpiji 3 kg.
Editor: Maruly Z