Diungkapkannya, sebelum bulan puasa lalu, Diskumi menyelenggarakan lomba untuk mencari minuman khas Kota Samarinda. “Karena kita belum punya kan, jadi kita lombakan. Kita buka yang ikut itu umum, pelajar dan dunia perhotelan. Sudah terpilih dua pemenang,” ungkapnya belum lama ini.
Dalam persyaratan lomba, pihaknya sudah mencantumkan, bahwa resepnya harus dihibahkan juga kepada pemerintah dan masyarakat Samarinda. Kemudian, Diksumi akan mengajari cara membuatnya pada masyarakat yang berminat untuk kemudian dengan harapan bisa dijual.
“Kemudian pemerintah kota (Pemkot) bisa menyajikan minuman itu kepada tamu-tamu, serta di hotel juga sama. Dia bisa disajikan untuk minuman panas atau dingin,” imbuhnya.
Juara satu ada minuman Kalamanthana, dengan arti musim panas. Minuman ini dibuat dan dimenangkan perwakilan dari Swiss-BelHotel Samarinda.
Perempuan yang akrab disapa Yama ini mengaku jika keunggulan dari minuman ini, karena menggunakan kulit nanas yang difermentasi.
“Yang kedua, namanya Nanjian Menteng, pemenangnya dari FUGO Hotel. Artimya yang bermanfaat dan menyehatkan. Itu bahannya dari bawang tiwai, madu, dan ada serehnya juga,” bebernya.
Yama meyakinkan, bahwa pihaknya sudah berkomiteman dengan para pemenang agar dihibahkan. Tetapi nanti pihaknya juga akan membuat lembaran sejarahnya, bahwa merekalah yang menciptkan minuman ini.
Diskumi juga sudah meminta persetujuan langsung dengan Wali Kota Samarinda, dan bahkan Andi Harun sudah mencicipi secara langsung. “Diskumi ada acara Kopi Andi, nah di sana nanti akan kita sosialisasikan, dan akan kami buat surat edaran untuk memperkuat promosi serta distribusinya agar lebih optimal lagi,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Diskumi bakal mengadakan pelatihan pengolahan minuman khas ini untuk para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berminat memulai bisnis dibidang kuliner. Dari resep ini, para peserta yang menang ini diharapkan dapat memperkaya komposisi minuman yang akan menambah sajian khas dari Samarinda.
Editor: Maruly Z