Melalui program pengembangan kilang, salah satu inisiatif terbesarnya, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan, Pertamina menggenggam peluang untuk memperluas kapasitas produksi dan memajukan industri BBM secara keseluruhan.
Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Hermansyah Y Nasroen, proyek RDMP Balikpapan adalah tonggak sejarah bagi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan dua instalasi Crude Distillation Unit (CDU) yang telah beroperasi sejak tahun 1997 dan mampu memproses total 260 ribu barrel minyak mentah per hari, kilang Balikpapan akan melangkah lebih jauh dengan peningkatan kapasitas produksi menjadi 360 ribu barrel per hari melalui RDMP.
"Proyek ini bukanlah sekadar perluasan kilang, melainkan juga sebuah wujud komitmen Pertamina untuk berinovasi dalam industri BBM," kata Hermansyah, Rabu (20/3/2024).
RDMP Balikpapan melibatkan 5.203 peralatan dengan total berat 110 ribu ton, setara dengan 4,5 kali berat patung Liberty di New York. Fokus utama proyek adalah pada aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) untuk memastikan keberlangsungan operasional dan proyek secara bersamaan.
Salah satu pencapaian signifikan proyek ini adalah pemasangan peralatan RFCC terbesar di Kilang Balikpapan, dengan berat melebihi 1.000 ton, yang bahkan 12 kali lebih berat dari pesawat Boeing 737-800.
Pemasangan Propane/propylene Splitter yang setinggi 110 meter, setara dengan gedung 30 lantai, juga menjadi prestasi proyek ini. Pemasangan kabel elektrikal sepanjang 5 ribu km atau setara dengan jarak Jakarta - Seoul, mencatatkan pencapaian teknis yang mengesankan.
Tidak hanya berdampak pada aspek teknis, proyek RDMP Balikpapan juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Dukungan dari 22.983 pekerja telah menghidupkan aktivitas sosial di sekitar kilang, meningkatkan sektor penginapan dan penyediaan makanan lokal serta memberikan kontribusi pada sektor ketenagakerjaan dengan pemberdayaan pekerja lokal.
"RDMP Balikpapan akan selesai pada tahun 2025, menjadi salah satu prestasi terbesar Pertamina," sebutnya.
Selain itu, KPI telah mendedikasikan diri pada prinsip ESG (Environment, Social & Governance) dan terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC). KPI berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal UNGC dalam menjalankan operasionalnya dengan profesionalisme, menjadikannya Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia kelas dunia.
Dengan proyek RDMP Balikpapan, Pertamina tidak hanya menciptakan tonggak sejarah dalam industri BBM, tetapi juga membuka era baru dalam menjawab tantangan energi global dengan inovasi dan tanggung jawab yang berkelanjutan. (*)
Editor: Maruly Z