Sebanyak siapkan 20 ton beras dijual di lokasi tersebut, membuat antusias masyarakat tak terbendung mengingat mahalnya harga beras saat ini. Banyak ibu-ibu yang datang membawa anak mereka untuk mengantre karena takut kehabisan beras dengan harga murah yang dijual Disdag Samarinda.
Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan, mereka turun ke pasar untuk berjualan dengan tujuan menstabilkan harga beras di pasaran yang sudah menyentuh harga Rp18 Ribu per kilo.
“Satu orang dibatasi 10 kilogram, berarti ada 20 ribu orang yang dapat beras murah. Beras premiumnya Rp51.250 per lima kilo, kalau per kilonya Rp10.250,” kata Marnabas kepada Korankaltim.com siang tadi.
“Untuk hari ini ada miskomunikasi, antrean cukup Panjang padahal biasanya saya operasi pasar tidak pernah terjadi antrean,” ungkap Marnabas.
Disdag tidak melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena berkaca pada kebiasaan Disdag melakukan operasi pasar, berjualan untuk menstabilkan harga. Namun karena stafnya terlambat membawa kupon, biasanya dengan antrean yang menembus 5 ribu orang masih bisa dihandel.
“Paling satu jam biasanya habis, ini miskomunikasi saja. Ada 20 ton beras disiapkan, datangnya memang bertahap, untuk menghindari agar semua bisa tertib,” paparnya.
Sistem kupon sendiri dibuat agar antrean tidak panjang dan tidak berebut, namun yang disayangkan Marnabas kupon terlambat datang.
“Ada yang datang cuma bawa uang Rp100 Ribu, tidak apa-apa, boleh bawa pulang 10 kilogram, toh ini buat mereka juga. Kalau kurang kami subsidi, kualitas juga premium, jadi jangan diragukan, jangan ada anggapan karena beras murah kualitasnya jelek,” tegas Marnabas.
Kegiatan ini sudah yang kelima kalinya, yang perdana berlangsung di Pasar Harapan Baru setelah itu di Pasar Merdeka, Pasar Sungai Dama dan di Lempake.
Rencananya beberapa hari lagi operasi beras ini akan menyasar Kecamatan Sambutan dan Disdag memang ingin berkeliling Samarinda agar harga bisa beras bisa turun dan kembali stabil.
Masih mencari lokasi pasti, Kelurahan Makroman menjadi opsi operasi selanjutnya yang mana stok beras yang dimiliki masih banyak, di Bulog masih ada 2 juta ton. Marnabas menegaskan akan terus melakukan penjualan beras untuk menstabilkan harga, sama dengan kebutuhan pokok lainnya.
Editor: Aspian Nur