“Untuk wilayah Kutim ada di Kecamatan Muara Ancalong, Bengalon dan Teluk Pandan. Di Kabupaten Kukar ada di Kecamatan Benamang, untuk Kabupaten Berau ada di Kecamatan Gunung Tabur, Kecamatan Teluk Bayur, Kecamatan Sambaliung dan di Kabupaten Paser ada di Kecaamatan Long Kali dan Kecamatan Kuaro,” ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah, Jumat (16/2/2024).
Keempat daerah itu menjadi target major project di 2024-2026 mendatang yang berfokus pada komoditi pisang yang akan diekspor dalam dan luar negeri. Namun jelasnya, ada beberapa komoditi lain yang menjadi targetnya dan akan berlangsung dibeberapa kabupaten/kota di Kaltim yakni cabai rawit untuk pengembangannya ada di Kabupaten Kukar, Balikpapan dan Berau.
Kemudian pengembangan cabai besar berada di Kukar, Balikpapan dan Samarinda. Disusul dengan pengembangan bawang merah di Kukar, Berau, PPU, Paser.
“Pengembangan papaya berada di Balikpapan, Kukar dan Berau. Kemudian pengembangan nanas nanti ditargetkan akan berkembang di Kukar, Kutim dan Balikpapan,” urainya.
Dia menjelaskan jika program unggulan berada pada pengembangan komoditi pisang. Di mana, Kabupaten Kutim memiliki luas panen sebesar 1,317 hektare dengan target produksi 98,775 ton.
Sedangkan untuk Kabupaten Kukar ada sekitar 762,97 hektare dengan target produksi 57,223 ton. Disusul Kabupaten Berau dengan luas panen 295,61 hektare, dan target produksi 22,171 ton.
“Terakhir ada Kabupaten Paser dengan luas panen mencapai 1.010 hektare dengan target produksi 75,750 ton. Dengan banyaknya penjualan, sementara untuk pengolahan mereka, masih di daerah masing-masing,” tegasnya.
Editor: Maruly Z