Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy mengatakan, bantuan yang diberikan tidak langsung secara keseluruhan, akan tetapi pihaknya akan melihat terlebih dahulu pengrajin yang paling lama wastra batiknya terbih dahulu.
"Selanjutnya kalau hasilnya baik dan bermanfaat, kita akan berikan bantuan buat yang lain. Tahap pertama satu alat dulu, karena harga alat tenun batik cukup mahal," ujarnya kepada koranKaltim.com, Minggu (11/2/2023).
Lanjut dia katakan, untuk bantuan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Balikpapan juga sudah ada yang disalurkan tahun lalu.
Diantaranya yaitu berupa peralatan produksi seperti open, kulkas dan lain -lain yang berhubungan dengan produksi dan permintaan para pelaku UMKM tersebut.
"Dari usulan di tahun kemarin itu mungkin ada sampai 10 pelaku UMKM Balikpapan yang masuk kriteria dan menerima bantuan alat produksi. Baik bantuan dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi," jelasnya.
Sementara untuk bantuan UMKM tahun ini pihaknya akui sudah mengajukan baik kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. "Cuman untuk persetujuan siapa yang dibantu itu belum ada sampai hari ini," pungkasnya.
Editor: Maruly Z