Akibatnya, masyarakat di Kecamatan Tenggarong mengeluhkan hal ini. Sebab mereka dipaksa berkeliling untuk mencari keberadaan tabung mungil tersebut. Belum lagi dengan harga yang tentunya lebih mahal dari biasanya.
"Sudah dua hari ini kosong, sampai bingung keliling dimana lagi di Tenggarong ini," kata salah seorang warga Kelurahan Mangkurawang, Ayu pada Senin (8/1/2024).
Dirinya harus mencari sampai ke Kelurahan Timbau, Melayu, Panji dan Bukit Biru. Sebelum akhirnya bisa mendapatkan tabung tersebut di Kelurahan Loa Ipuh.
"Jangankan di pangkalan tabung gas, di warung kelontong yang biasanya jual tidak ada. Sudah capek kita begini terus," tambah warga lainnya, Mirna.
Beberapa pemilik warung yang menjadi penyalur mengatakan bahwa memang selama dua hari ini tabung tersebut selalu kosong. Dirinya juga tidak tahu apa penyebabnya. "Sempat tanya, tapi ya biasa. Jawabannya ya memang kosong bu," kata salah satu pemilik warung, Aminah.
Sejumlah masyarakat berharap kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam mengatur ketersediaan tabung gas ini bisa menjamin ketersediaan dan harga tabung untuk masyarakat miskin tersebut.
"Kami sebagai masyarakat berharap agar barangnya ada dan mudah didapat. Tapi ini, sudah susah didapat, naik terus harganya. Kalau memang ada kesengajaan, mohon ini bisa ditindak oleh pemerintah atau pihak yang memiliki wewenang," kata warga lainnya, Raudah. (*/Kk)
Editor: Maruly Z