Tajudin mengatakan, pelatihan PKP ke warga selaku pelaku UMKM ini wujud pemerintah hadir dan upaya pemerintah agar seluruh UMKM di Kukar memiliki sertifikat PKP dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
“Untuk mendapatkan sertifikat P-IRT itu pelaku UMKM wajib memiliki sertifikat PKP,” kata Tajudin.
Dirinya mengungkapkan pentingnya memiliki kedua sertifikat ini juga tujuannya untuk memberikan rasa aman ke masyarakat konsumen bahwa produk olahan makan yang dihasilkan pelaku UMKM Kukar ini semuanya aman dan layak dikonsumsi masyarakat luas.
Seperti diketahui Bersama, perkembangan produk-produk pangan lokal di Indonesia menjadi salah satu faktor pentingnya keberadaan izin SPP-IRT. Sertifikasi ini merupakan regulasi yang mengatur keamanan produk pangan dari bahan baku, proses pengolahan, hingga produk akhirnya.
“Pentingnya regulasi ini dikarenakan sangat erat kaitannya dengan keamanan pangan bagi konsumen. Regulasi ini hanya diterapkan kepada usaha-usaha rumah tangga yang berkapasitas kecil hingga menengah atau UMKM,” ungkapnya.
Tajudin menegaskan pemberian sertifikasi baik itu sertifikat PKP maupun SPP-IRT tidak hanya melihat kondisi yang terjadi pada UKM. Para pelaku usaha diberikan pelatihan dan penyuluhan tentang cara memilih bahan baku yang baik, proses produksi yang aman, bebas dari cemaran, dan proses penanganan produk akhir yang tepat.
“Seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan akan terus kami lakukan ini diharap mampu meningkatkan managemen para pelaku UMKM untuk memberikan hasil olahan produk yang baik kepada konsumen dari segi kualitas produk maupun keamanannya,” tegasnya.
Adanya sertifikasi yang diperoleh pelaku UMKM juga akan memberikan keuntungan, berupa produk yang dapat secara legal diedarkan atau dipasarkan, jalur distribusi produk akan lebih luas terutama jika akan menitipkan ke toko-toko besar seperti supermarket, dan tingkat kepercayaan konsumen juga akan meningkat.
“Diharapkan dengan adanya keuntungan ini, para pelaku UMKM akan berusaha semaksimal mungkin dan untuk saling bersaing agar produknya laku dipasaran. Dengan demikian, penerapan keamanan pangan nantinya juga akan meningkat di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (*/Kk)
Editor: Maruly Zainuddin