Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah. “Sejak awal kami sebenarnya mendukung perbaikan Pasar Pagi dan pedagang juga mendukung. Hanya saja janganlah publikasi kesana dan sini, sementara pedagang ini belum ada kepastian,” kata Laila, kepada Korankaltim.com Jumat (6/10/2023).
Apalagi para pedagang juga dibuat khawatir lantaran deadline yang mepet karena pemkot berencana merelokasi pedagang pada November 2023 ini dan dilanjutkan rekonstruksi pada awal 2024 mendatang.
Pemkot harusnya mematangkan dulu terkait rencana ini dan menyiapkan lokasi pengganti yang pasti. “Para pedagang perlu kepastian, dicarikan tempat yang memang layak, jangan sekadar pindah saja,” paparnya.
Sebenarnya para pedagang mendukung rencana perbaikan Pasar Pagi namun mereka meminta kelonggaran waktu. “Mereka delapan bulan ini baru mulai aktif bergeliat, perekonomian ini baru tumbuh lagi. Adanya statmen pasar tersebut sudah tidak layak langsung membuat pengunjung takut untuk datang,” ungkap Laila.
Harusnya kelayakan sebuah bangunan keluar dari yang memang kompeten di bidangnya atau yang memang yang memiliki lisensi tentang kelayakan bangunan, diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang seharusnya mendatangkan tenaga teknis secara langsung ke Pasar Pagi untuk melihat apakah bangunan tersebut memang layak atau tidak.
Editor: Aspian Nur