Saat itu TBS yang dipanen dari pohon umur 3 tahun dengan harga Rp1.959,34 per kilogram, sementara umur 4 tahun diharga Rp2.093,80 per kilogram, umur 5 tahun seharga Rp2.102,68 perkilogram.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur Ahmad Muzzakir menyebut penurunan harga TBS sawit ini dipicu beberapa faktor, diantaranya harga minyak sawit mentah yang mengalami penurunan drastis dan inti sawit (kernel) dihampir seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.
“Turunnya harga sawit mentah dan kernel tentu berdampak pada harga TBS sawit ditingkat petani, fenomena ini biasa terjadi di industry sawit,” kata Muzzakir kepada Korankaltim.com Kamis (5/10/2023) hari ini.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Perkebunan, harga CPO tertimbang pada periode ini adalah Rp10.566,89 per kg, sedangkan harga kernel tertimbang adalah Rp4.677,14 per kg. Indeks K yang digunakan untuk menghitung harga TBS sawit adalah 86,46 persen.
Dengan demikian, harga TBS sawit untuk kelompok umur 10 tahun ke atas adalah Rp2.198,63 per kg, turun sebesar Rp22,85 per kg dari periode sebelumnya.
Penurunan ini merupakan yang terbesar dibandingkan kelompok umur lainnya. Untuk kelompok umur 3 tahun, harga TBS sawit adalah Rp1.939,18 per kg, kelompok umur 4 tahun Rp2.072,24 per kg dan kelompok umur 5 tahun senilai Rp2.081,05 per kg. Kemudian, untuk kelompok umur 6 tahun, harga TBS sawit adalah Rp2.102,55 per kg, kelompok umur 7 tahun Rp2.114,62 per kg, kelompok umur 8 tahun Rp2.130,96 per kg dan untuk kelompok umur 9 tahun, harga TBS sawit mencapai Rp2.172,86 per kg.
“Harga-harga ini berlaku untuk pekebun yang telah bermitra dengan pabrik sawit di Kaltim, terutama kebun plasma,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur