Bahkan jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, Kaltim justru berada pada posisi tertinggi diantara 4 provinsi lainnya. "Syukurnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim berada paling tinggi diantara seluruh provinsi di Kalimantan," bebernya, Kamis, (31/8/2023).
Dengan positifnya pertumbuhan ekonomi di Kaltim, pada skala nasional, Kaltim menempati di posisi kedua. Hal ini menurutnya merupakan momentum yang baik bagi pemerintah daerah. "Sedangkan di nasional kita termasuk tertinggi nomer dua," ungkapnya.
Dia mengatakan, bahwa di triwulan II pertumbuhan ekonomi Kaltim berada di level 6,84. Pertumbuhan ini juga ditopang oleh berbagai sektor usaha. Salah satu yang mencuat adalah sektor konstruksi yang memberikan kontribusi terbesar dengan pertumbuhan 22,12 persen. "Memang sedikit menurun tapi relatif stabil di angka 7 persen,” jelasnya.
Mungkin, lanjut Budi di triwulan III Ekonomi Kaltim akan sedikit menurun karena disebabkan harga beberapa komoditas utama belum stabil seperti batu bara dan kelapa sawit, karena itu merupakan kontributor tertinggi. "Sejauh ini penjualan komoditas batu bara dan kelapa sawit belum stabil yang memungkinkan ekonomi kita bakal menurun," ujarnya.
Meski demikian, karena ditopang oleh peningkatan sektor bangunan transportasi menjelang perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dianggap berkontribusi menahan pertumbuhan ekonomi agar tidak tidak terlalu turun drastis tapi relatif masih di atas 6 persen.
"Jadi sampai akhir tahun kami optimis pertumbuhan ekonomi kita kurang lebih mendekati 6 sampai 7 persen, ya paling buruk berada di 5 persen, tapi kita optimis bisa menyentuh 6 persen," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin