Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto menyebutkan, dengan kondisi ekonomi dunia yang melemah bukan berarti tidak berdampak terhadap perkembangan di Indonesia khususnya Kaltim.
Menurutnya, saat ini pemerintah masih menghadapi tantangan dengan situasi yang melemah dan berimbas pada ekonomi di Indonesia, hal itu berdampak terhadap perkembangan Kaltim. "Hal itu disebabkan karena Provinsi Kaltim sebagian besar memiliki kegiatan ekspor batu bara ataupun sawit dan produk lainnya," bebernya.
Kendati demikian, dengan penurunan ekonomi baik itu di negara China dan negara yang berada di Benua Eropa masih ada beberapa negara yang bertahan dengan level pertumbuhannya, khususnya di Eropa dan Amerika. Maka dari itu, ia menyarankan agar Kaltim perlu waspada dengan kondisi ekonomi yang berjalan lambat.
"Tapi Kaltim masih cenderung aman hingga akhir tahun, proyeksi kami ekonomi kita masih tahan hingga 5 persen, tapi tidak menutup kemungkinan kalau bakal naik atau turun, proyeksi kita sekitar segitu," ungkapnya.
Budi menyebutkan, bahwa IKN memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi di Kaltim khususnya masyarakat yang berada di wilayah IKN. Hal itu karena banyaknya permintaan terhadap aspek pembangunan yang masih tinggi. "Ini masih memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kaltim," jelasnya.
Editor: Maruly Zainuddin